Orang muda adalah tonggak dalam sejarah, karena merupakan generasi penerus. Dewasa ini banyak generasi muda melakukan hal-hal yang mereka senangi saja. Anak muda pada umumnya memandang bahwa kehidupan menggereja adalah hal yang biasa-biasa saja. Kebanyakan mereka berpikir bahwa kegiatan menggereja hanya sebagai rutinitas saja, bukan merupakan kebutuhan. Umumnya orang muda berpikiran demikian namun ada juga mereka yang bersemangat dalam kehidupan menggerejanya. Apalagi dengan adanya pandemi covid-19 ini juga menjadikan batasan orang muda khususnya dalam kehidupannya menggereja. Keterbatasan bertemu, berkumpul bahkan untuk sharing bersama. Walaupun memang sudah banyak media virtual yang bisa digunakan untuk bertemu, namun ini juga mengurangi rasa kepedulian. Sehingga sebenarnya pada masa-masa demikian penting untuk saling sharing dan menguatkan.

Kitab suci yang seharusnya jadi pedoman tidak jarang mulai ditinggalkan, hanya karena bukunya tebal, sulit dipahami, bingung baca mulai dan segudang alasan lain yang entah sengaja dibuat untuk membenarkan diri. Selalu akan ada alasan ketika kita tidak mau, kita bahkan tidak sering menjadikan diri kita mampu menerima dan berdamai dengan alasan ini. Padahal tidak jarang kita banyak menemukan inspirasi bahkan solusi dari kitab suci. Padahal kita sering mendengar ungkapan Santo Hieronimus “ Tidak mengenal Kitab Suci, tidak mengenal Kristus.

Kitab Suci merupakan salah satu sumber ajaran iman kita. Kitab Suci memang tebal, memahaminya sulit, tetapi baca saja walaupun kita tidak mengerti isinya suatu saat kita nanti akan paham kalau waktunya sudah tepat. Orang muda, kita adalah penerus mari kita mulai hal kecil. Mungkin membaca kitab suci 1 ayat per hari atau kita juga gunakan moment bulan Kitab Suci Nasional ini untuk sama-sama membaca dan merenungkannya. Jadikanlah Kitab Suci betul-betul menjadi pedoman hidup kita, bukan hanya dibaca tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari di Bulan Kitab Suci Nasional ini kita membentuk kebiasaan baik baru yaitu membaca Kitab Suci.

Baca Juga:  Arahan Bapak Uskup dalam Pertemuan Dewan Karya Pastoral Inti