Sabtu, 06 November 2021
PEKAN BIASA XXXI

Rm. 16:3-9.16.22-27
Luk. 16:9-15

 

Saudara/i yang terkasih…
Jujur dan setia merupakan dua keutamaan yang perlahan namun pasti mulai tergerus oleh arus zaman. Keluarga-keluarga hancur berantakan karena ketidaksetiaan dan kebohongan. Hal ini juga merambah ke dunia pendidikan. Anak berbohong dan tidak setia dengan tugasnya karena teladan hidup yang salah dari orang tua juga karena pergaulan sosial. Pertanyaannya : apakah aku sudah jujur dan setia?

Saudara/i yang terkasih…
Sebagai orang Kristiani, kita juga kadang tidak jujur dan tidak setia. Maka, hari ini kita diingatkan oleh Yesus untuk menjadi pribadi yang jujur dan setia baik dalam mengolah diri maupun dalam mengolah alam demi kebaikan dan kesejahteraan. Kita harus kembali kepada Dia yang telah mengajarkan kejujuran dan kesetiaan kepada Allah. Memang kita memerlukan harta benda untuk kehidupan kita, tetapi harus disadari bahwa harta benda adalah sarana untuk membangun kesetiaan dan kejujuran pada Allah dan sesama. Janganlah kita meninggalkan Allah dan mengorbankan sesama demi “Mamon”.

Saudara/i yang terkasih…
Karena kadang kita jatuh dalam ketidaksetiaan dan ketidakjujuran maka kita memerlukan kehadiran sesama yang dengan rela menasihati. Bagi Rasul Paulus hal ini dilakukan dengan memberi “salam” dan “cium Kudus”. Dengan itu, nasihat yang diberikan tidak menyakiti hati sesama melainkan menjadi cemeti yang melecut pribadinya untuk bertobat dan terus belajar untuk setia dan jujur dalam hidup. Marilah kita mohon doa Keluarga Kudus Nazareth agar membantu kita untuk belajar setia dan jujur. Tuhan memberkati kita. Amin

(P. A. L. Tereng MSF)
Terik mentari – Mu-Sa-Fir

Baca Juga:  Kenal, Tinggal dan Hidup dalam Allah