Ringkasan Arahan  Bapak Uskup Petrus Boddeng Timang

  1. dalam Pertemuan DKP Inti dengan Ketua Komisi/Delegatus/Unit Keuskupan Banjarmasin

Pertemuan yang bertajuk laporan dan evaluasi komisi, delegatus dan unit di lingkup Keuskupan Banjarmasin menjelang berakhirnya semester I Tahun 2021 dilaksanakan secara terbatas pada 14 Juni 2021 dari Aula sasana Bhakti Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus Veteran Banjarmasin.

Pada kesempatan tersebut Bapak Uskup Petrus Boddeng Timang selaku Gembala Utama tidak bisa hadir karena sedang dalam perjalanan keluar kota. Namun beliau menyampaikan arahan, dukungan dan harapan kepada para peserta melalui video. Berikut ringkasannya.

Bapak Uskup mengajak peserta patut bersyukur karena dalam masa pandemi, selama 1,5 tahun, masih dapat menjalankan kegiatan sebagai Dewan Karya Pastoral Keuskupan Banjarmasin dengan segala macam tantangan, kesulitan dan keterbatasan yang ada. Namun oleh Bapak Uskup juga dimaknai sebagai berkat dan rahmat, karena kreativitas serta imajinasi dirangsang timbul untuk mengatasi masalah yang ada. Walaupun beberapa kali melakukan penutupan Gereja untuk kegiatan bersama, tetapi pelayanan kepada umat tetap dilakukan dengan berbagai cara dan menyesuaikan kondisi riil yang ada.  DKP yaitu komisi, unit-unit kerja maupun Paroki perlu mencari jalan supaya dapat saling bersinergi dalam pelayanan karena memiliki tujuan subjek yang sama yaitu umat itu sendiri, yang membutuhkan pelayanan di segala bidang kehidupan. Patut dihargai paroki-paroki melakukan upaya untuk mengajak umat berswasembada, ada pertanian organik pemeliharaan ikan dan beberapa hal lainnya. Bapak Uskup berharap hal-hal tersebut merupakan awal mencari peluang usaha, sehingga jika sesuai dengan kehendah Tuhan disaat pandemi berakhir maka usaha-usaha yang telah dirintis tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan dapat dikelola secara profesional.

Baca Juga:  Menyambut Peristiwa Penuh Rahmat dengan Sukacita

Untuk mencapai hal tersebut sangat diperlukan sinergi, baik yang ada di DKP sebagai bagian dari Keuskupan dan Paroki beserta organ-organ yang ada didalamnya. Perlu keberanian dan perlu saling terbuka  untuk sungguh mencari jalan-jalan yang ada, agar dapat melayani umat yang sama dengan kesatuan gerak, pikiran dan hati.

Bapak Uskup mengakui tidak tahu secara pasti kapan pandemi ini akan berakhir, harapan yang paling optimistis adalah akan berakhir di tahun ini, tapi mungkin juga akan masuk jauh sampai tahun 2022. Namun menaruh kepercayaan bahwa dengan pandemi ini Tuhan memberikan kita kesempatan untuk berkreasi, bekerja sama, bersinergi saling mendukung saling menguatkan dalam hal apapun juga. Pandemi hendaklah menjadi pemicu bagi DKP untuk menggerakkan motor inisiatif prakarsa dan daya imajinasi secara bersama-sama sebagai suatu lembaga Keuskupan untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi umat dan masyarakat Kalimantan Selatan.

Tidak semua rencana yang dirancang di tahun 2020 “Tahun Konteksual” dan tahun 2021 “Tahun Dialogis” dapat dilaksanakan, namun demikian semangat serta kerinduan dan cita-cita itu tetap bersemi berinkubasi didalam pikiran dan hati. Bapak Uskup menaruh kepercayaan bahwa suatu waktu cita-cita keuskupan untuk “sungguh menyatu dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kalimantan Selatan” ini akan terwujud. Itulah yang memberikan harapan, kekuatan dan daya dorong untuk terus maju dalam pelayanan ini sebagai DKP, sebagai Paroki dan unit-unitnya untuk kemaslahatan umat secara jasmani dan rohani, dan meluas dirasakan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Tuhan memulai maka Tuhan melanjutkan sesuai dengan rencana-Nya. (oZo)