Jumat, 08 April 2022
Pekan Prapaskah V

Yer. 20:10-13
Yoh. 10:31-42

Jangan pernah jadi keras kepala (kepala batu); jadilah pribadi yang lembut hati

Saudara/i yang terkasih…
Batu adalah benda keras dan padat yang berasal dari bumi atau planet lain, tetapi bukan logam. Batu dapat digunakan untuk sesuatu yang baik seperti sebagai bahan bangunan tetapi juga dapat digunakan untuk hal yang jahat seperti untuk melempar orang lain.
Di satu sisi Yesus menegaskan bahwa Dia adalah batu penjuru, tetapi di sisi lain orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Mengapa hal ini terjadi? Karena bagi mereka, Yesus telah menghujat Allah karena Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Putera Allah.

Saudara/i yang terkasih… Untuk menjelaskan persoalan di atas, Yesus mengajak orang-orang Yahudi untuk melihat pekerjaan-pekerjaan baik yang dilakukan oleh Yesus dan pekerjaan-pekerjaan itulah yang merupakan kehendak Bapa; dan dengan itu menunjukan bahwa Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus.
Walaupun Yesus menjelaskannya dengan baik tetapi karena hati mereka telah membatu, maka mereka tetap tidak percaya. Hal ini, sama seperti apa yang dinubuatkan oleh nabi Yeremia : “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!
Seperti pribahasa: “menabur (menanam) benih di atas batu”, begitulah kenyataan yang dihadapi oleh Yesus ketika berhadapan dengan orang-orang Yahudi. Mereka tidak menggunakan batu sebagai bahan untuk membangun jembatan kasih Allah, tetapi sebaliknya mereka menggunakan batu untuk melempari Yesus sang Kasih dan batu penjuru. Bagaimana dengan saya?
Marilah di masa prapaskah ini, kita mohon Rahmat Allah agar menghancurkan hati kita yang telah membatu agar kita mau berdamai, mau memaafkan dan mengampuni sesama seperti Allah telah mengampuni kita. Kita juga mohon agar Allah membantu kita, agar dengan kita mampu membangun jembatan kasih persaudaraan dengan sesama. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Yang Lemah adalah Yang Paling Kuat

(P. A. L. Tereng MSF)
Gemercik air – Mu-Sa-Fir