Pandemi Covid 19 memang membingungkan banyak pihak baik kalangan medis maupun non- medis. Selain penyakitnya yang masih baru, menimbulkan gejala yang tidak lazim, disertai berbagai akibat mulai dari tanpa gejala (namun menular) hingga kematian. Menghebohkan seluruh dunia dengan berbagai kejutan yang tidak terduga, merubah dengan terpaksa perilaku sebagian besar umat manusia, membuat ketakutan dari yang beralasan hingga tidak beralasan.

Tidak mengherankan bahwa kriteria-kriteria medis, baik klinis, pengobatan maupun laboratorium terpaksa harus dirubah berulang-kali. Dengan demikian kita selalu dituntut untuk mengikuti terus perkembangan terbaru yang ditentukan oleh para ahli, terutama di negara-negara yang sudah lebih dulu mengalami infeksi Covid 19, khususnya para ahli dari WHO, CDC (Centre for Disease Control) di Amerika Serikat, dan acuan dari Kemenkes.

Pada kesempatan ini, saya sampaikan bebeerapa hal yang penting mengenai infeksi Covid 19, beberapa diantaranya mungkin dianggap kontroversial.

KRITERIA SEMBUH DAN TIDAK MENULAR

I. Orang Tanpa Gejala (OTG)
10 hari setelah Swab PCR dinyatakan Positif (Tidak perlu ulangan PCR lagi)

II. Dengan Gejala Ringan
(Demam, batuk, pilek, nyeri otot, anosmia / hilang penciuman) 10 hari + 3 hari bebas gejala
(dihitung dari awal gejala, tidak perlu ulangan PCR lagi)

III. Dengan Gejala Berat
(perlu Oksigen, saturasi Oksigen < 93%) 15 – 20 hari + 3 hari bebas gejala (dihitung dari awal gejala, tidak perlu ulangan PCR lagi)

Dengan demikian pemeriksaan PCR tidak perlu lagi dilakukan berkali-kali setelah penderita dinyatakan sembuh dan tidak lagi memiliki gejala dari infeksi Covid 19. Pengulangan pemeriksaan PCR yang berkali-kali tanpa adanya gejala klinis, kiranya suatu pemborosan yang tidak perlu dengan biaya yang mahal. Hasil pemeriksaan PCR yang seringkali masih positif walaupun tanpa gejala, biasanya hanya diakibatkan oleh sisa-sisa virus (bangkai Virus) Covid 19 yang tidak lagi memiliki daya penularan.

Baca Juga:  BKSN 2021: Mendalami Relasi dengan Yesus, Sahabat Sejati

BAGAIMANA DENGAN HASIL PCR YANG POSITIF LAGI SETELAH SEMBUH DARI COVID 19?

[table id=1 /]

Jadi, sesudah sembuh (atau vaksinasi) Covid 19, masih mungkin tertular Covid 19 lagi.

BAGAIMANA CARANYA SUPAYA PADA PENDERITA COVID 19, PCR CEPAT MENJADI NEGATIF

Pada penderita Covid 19, pemeriksaan PCR digunakan hanya untuk diagnosis, bukan untuk menentukan seseorang sudah sembuh dari Covid 19. Perkecualian hal ini pada penderita

1. Immunocompromized (mis: penderita Kanker dengan kemoterapi)
2. HIV (+) dan tidak diobati
3. Otoimun yang minum kortikosteroid (Prednison >20 mg/hari)

Banyak yang keliru, menganggap bila hasil PCR positif, artinya penderita belum sembuh. Hal ini sudah dijelaskan di atas. Untuk mempercepat PCR menjadi negatif, bisa dilakukan dengan cara :

1. Makan banyak protein, karena protein dapat meningkatkan metabolisme hingga 10-20% (Karbohidrat hanya 5-10% dan lemak hanya 0-3%)
2. Minum air putih (sekitar 500 ml)
3. Olah raga cukup (dianjurkan keluar rumah)
4. Tidur cukup
5. Minum kopi pahit (tanpa gula).

LONG COVID
Merupakan keadaan dimana terjadi gejala Covid 19 yang berkepanjangan:
• umumnya >2 – 4 minggu
• 20% : 4-12 minggu
• 10% : >12 minggu

Gejala yang dialami biasanya hilang timbul (intermittent):
• mudah lelah
• sesak nafas
• batuk
• nyeri dada
• demam

Siapa yang lebih berisiko ?

1. Orang tua
2. Adanya Comorbid (hipertensi, kegemukan, gangguan mental, depresi).

Penyebab:

1. Gangguan syaraf otonom
2. Radang yang masih berlanjut

Apakah menular?

Tidak

Apakah berbahaya?

Umumnya tidak. Hanya ada 1 kasus meninggal di Inggris

Tindakan :

1. Tetap tenang
2. Pilih makanan bergizi
3. Minum obat sesuai gejala
4. Latihan fisik semampunya, jangan dipaksakan
5. Sesak nafas : ukur saturasi oksigen

Baca Juga:  Gereja Inklusif Keuskupan Banjarmasin: “Kami Mendatangi Mereka dalam Persaudaraan”

• 95 – 100 % : aman
• 93 – 95 % : waspada
• < 93 % : bawa ke RS

Semoga bermanfaat, salam sehat selalu. Jangan lupa berdoa.

oleh: Dr.Tony Loman Sp.PK
(Sumber: CDC, WHO, Kemenkes dan dr.Pot)