Fransiskus Xaverius (foto: https://id.wikipedia.org/wiki/Fransiskus_Xaverius)

Jumat, 03 Desember 2021
Pesta St. Fransiskus Xaverius, imam dan pelindung misi

1Kor. 9:16-19.22-23
Mrk. 6:15-20

 

Saudara/i yang terkasih…
Setiap orang dipanggil untuk bermisi : bekerjasama dengan Allah untuk mewartakan Sabda-Nya di tengah dunia ini. Misi di satu sisi berarti pergi keluar : diutus keluar dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan kampung halaman untuk menjangkau mereka yang belum mengenal Kristus. Namun di sisi lain, bermisi berarti keluar dari diri sendiri untuk menjangkau mereka yang lemah, menderita, miskin dan tersingkir dalam iman akan Kristus. Semuanya harus dilaksanakan dengan sukacita dan tanpa menuntut upah. Mengapa? Karena Misi adalah perutusan yang diberikan oleh Yesus yang bangkit kepada para murid dan kita semua sebagai pengikut-Nya. Setelah bangkit dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Perintah Yesus ini dilaksanakan oleh Rasul Paulus dengan sukacita. Bahkan bagi Rasul Paulus tugas memberitakan Injil adalah suatu kewajiban dan merupakan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah kepadanya. Maka baginya, memberitakan Injil adalah perutusan dan pelayanan tanpa upah karena dalam Allah, ia selalu berkecukupan.

Saudara/i yang terkasih…
Apa yang diperintahkan oleh Yesus juga dilaksanakan oleh Santo Fransiskus Xaverius. Ia rela keluar dari tanah airnya untuk bermisi-mewartakan Injil ke seluruh dunia. Bagaimana dengan kita? Apakah kita pun sudah bermisi dengan tulus tanpa upah?

Kadang kita mendengar ada orang Katolik yang mengatakan : “Saya kerja setengah mati di gereja tetapi tidak dapat apa-apa, tidak digaji padahal gereja memiliki banyak uang” atau “saya tidak bisa menerima tugas itu karena ……” Perkataan seperti ini, menunjukkan pribadi yang bersangkutan tidak memiliki mental misi. Pribadi yang bermisi adalah pribadi yang siap diutus kemana saja dan dalam tugas apapun demi pelayanan misi Gereja. Ketika kita sudah rela menerima tugas perutusan maka Allah akan memenuhi segala sesuatu dan menyempurnakannya.
Maka marilah kita siap sedia dan rela untuk bermisi di tengah keluarga, lingkungan dan dunia tanpa mengharapkan imbalan karena misi adalah panggilan hidup kita. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Penerimaan Komuni Pertama di Paroki santo Yusup, Kotabaru

(P. A. L. Tereng MSF)
JumPer – Mu-Sa-Fir