Kesan dan Harapan RP. JACQUES GROS, CM (Pastor di Mandam 2010 – 2019)

RP. Jacques Gros, CM

Ketika saya datang ke Mandam, pada tahun 2010, saya mendengarkan Romo Sabbas CM berbicara tentang Muara Napu, yang, katanya, patut dikunjungi. Maka bersama dengan umat Mandam, kami, secara rutin, pergi berdoa dengan satu-satunya orang Katolik di situ, yaitu  seorang bidan dari Medan.

Tetapi saat itu memang pewartaan Kabar Gembira di Muara Napu belum dimulai,  dan baru dimulai beberapa tahun kemudian, oleh Suster-suster ALMA. Berkat karya dan pelayanan yang mengagumkan dari Suster-Suster ALMA,  umat Katolik di Muara Napu semakin berkembang hingga mereka dapat membangun gereja.

Saya tidak bisa menahan keharuan melihat gedung yang sederhana itu diganti dengan gedung yang mewah. Saya bersyukur umat sungguh rajin beribadah dan mengikuti semua kegiatan yang dikembangkan oleh Suster-suster ALMA, termasuk dalam bidang pertanian.

Saya kagum dengan perjuangan Suster-Suster ALMA, padahal waktu itu jalan ke Muara Napu, dari rumah Suster-suster itu di daerah Mandam, sering rusak dan penuh tantangan. Saya juga kagum pada tenaga dari Misi Meratus, yang penuh dedikasi melayani umat di situ, terutama di sekolah. Beberapa tokoh agama dari stasi-stasi lain secara rutin, dulu, juga ikut mendampingi umat Katolik di Muara Napu.

Saya sangat mengagumi, waktu itu, kerajinan gadis-gadis SMP-SMA dari Muara Napu dalam memeriahkan liturgi.

Saya berharap agar Gereja dan umat berjuang agar tanah umat Muara Napu tidak dirampas oleh pihak-pihak lain untuk kepentingan ekonomi. Hal tersebut, waktu itu, sudah diperjuangkan bersama AMAN (Afiliasi Masyarakat Adat Indonesia), para pendeta dan JPIC (Lembaga keuskupan untuk Keadilan, Perdamaian dan Perlindungan Lingkungan) dan cukup berhasil.

Baca Juga:  Hari Guru Nasional 2021 di Keuskupan Banjarmasin: Pendidikan untuk Memanusiakan Orang

Maka saya sangat senang melihat bahwa jemaat itu makin berkembang dan meneruskan perjuangannya, dalam berdialog dengan semua pihak, terutama dalam usaha untuk makin memberdayakan kebudayaan setempat di dalam terang Injil.

Saya yang sekarang sudah pensiun, akan selalu mendoakan umat Napu dari jauh. (RP. Jacques Gros, CM)