Oleh: RD. Antonius Bambang Doso Susanto

Pendalaman Kitab Suci ke 4 Komunitas St. Perawan Maria, Wilayah St. Yohanes Paulus II, Paroki St. Yohanes Pemandi, Landasan Ulin

Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) adalah kegiatan yang sudah terjadwal setiap tahun. Kegiatan ini untuk Gereja Katolik Indonesia merupakan kegiatan yang tidak pernah terlewatkan. Keuskupan Banjarmasin juga berusaha memaknai Bulan Kitab Suci Nasional dengan berbagai kegiatan yang mendukung dan mendorong umat untuk membaca dan mencintai Kitab Suci. Koordinator yang menganimasi umat dalam Bulan Kitab Suci Nasional di Keuskupan Banjarmasin adalah Delegatus Kitab Suci Keuskupan Banjarmasin. Delkit Keban menyiapkan dan menggerakkan umat untuk mengadakan pertemuan-pertemuan dan kegiatan-kegiatan sekitar pastoral Kitab Suci di tingkat Keuskupan.

Tema Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini adalah Yesus sahabat seperjalanan kita. Tema ini sengaja diangkat untuk menanggapi situasi jaman sekarang yang sedang dilanda Pandemi Covid-19. Pada masa Pandemi ini, banyak orang bertanya: “Di manakah Tuhan?”, “Apakah Tuhan itu ada?”, “Mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi?” atau “Mengapa Tuhan memberikan cobaan yang berat ini?” Semua pertanyaan itu tidak mudah untuk dijawab dan juga tidak berarti jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu akan melegakan orang yang memberi jawaban atau memberi pertanyaan.

Tema ‘Yesus sahabat seperjalanan kita” yang diangkat sebagai tema BKSN 2021 membantu kita untuk menyadari dan mendalami relasi kita dengan Yesus, Sahabat kita yang sejati. Tema ini dijadikan sebagai bahan pertemuan untuk setiap minggu. Ada empat sub-tema yang ditawarkan untuk menjadi bahan pertemuan mingguan. Keempat tema itu adalah berpusat pada tema utama yaitu Yesus sahabat seperjalanan kita. Setiap sub-tema disertai juga bahan bacaan untuk permenungan di setiap pertemuan. Bacaan-bacaan yang dipilih di setiap pertemuan berasal dari Kitab Suci Perjanjian Baru. Tiga kisah diambil dari dalam Injil dan satu bahan dari Kitab Wahyu. Tema-tema dan bacaan-bacaan di setiap pertemuan adalah sebagai berikut:

Minggu I: Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Putus Asa (Matius 14:22-33)

Minggu II: Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Kehilangan (Yohanes 11:1-45)

Minggu III: Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Menderita (Lukas 10:25-31)

Minggu IV: Yesus, Sahabat bagi Mereka yang Bertobat (Wahyu 3:14-22)

Baca Juga:  Rangkaian Bunga Natal Terbang

Materi Pendalaman Kitab Suci 2021  di Keuskupan Banjarmasin dapat diunduh di sini: Materi BKSN Dewasa & KOMKA 2021

Beberapa Kegiatan yang dilakukan Delkit Keban

Tahun ini Delegatus Kitab Suci Keuskupan Banjarmasin juga mengadakan beberapa kegiatan. Pertama, Menyiapkan materi untuk Pendalaman Kitab Suci di komunitas-komunitas. Bahan ini berasal dari Lembaga Biblika Indonesia. Bahan, yang telah disiapkan dan akan digunakan secara nasional, disederhanakan sehingga menjadi bahan yang siap digunakan untuk seluruh umat di Keuskupan Banjarmasin. Bahan yang ada dibuat sedemikian rupa sehingga mengikuti pola sharing tujuh langkah. Langkah ini diambil mengingat sebagian besar umat Keuskupan Banjarmasin sudah cukup akrab dengan metode sharing tujuh langkah. Sudah sekitar 10 tahun terakhir, para pemandu mempraktekan metode ini dalam pertemuan pendalaman iman maupun Kitab Suci dalam kelompoknya.

Kedua, Delegatus Kitab Suci menyediakan materi dalam bentuk buku pendalaman Kitab Suci maupun dalam bentuk presentasi. Semuanya dalam bentuk softcopy. Setelah bahan-bahan itu diedarkan ke paroki-paroki dan kepada para pemandu, Delkit mengadakan kegiatan sosialisasi bahan Pendalaman Kitab Suci untuk para pemandu dari paroki-paroki. Sebelum terjadi Pandemi Covid-19, Delkit memberikan pembekalan kepada para pemandu dengan cara berkeliling ke paroki-paroki. Dua tahun terakhir ini, Delkit tidak berkeliling ke paroki-paroki dalam memberikan pembekalan kepada para pemandu pendalaman Kitab Suci paroki. Seperti tahun lalu, tahun ini kegiatan sosialisasi bahan pendalaman Kitab Suci kepada para pemandu berlangsung secara online. Cara ini yang dilakukan tahun ini karena mengingat saat ini masa pandemi belum berakhir. Media yang digunakan adalah Zoom meeting dan Live Streaming Youtube melalui chanel Warta Keban. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Agustus 2021 pukul 10.00 wita sampai selesai. Pesertanya dalam zoom ada sekitar 70 orang dari berbagai paroki. Jumlah itu masih ditambah para peserta yang mengikuti melalui chanel Live Streaming Youtube.

Kegiatan ketiga yang dilaksanakan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional ini adalah pembekalan pemandu Pendalaman Kitab Suci paroki. Kegiatan ini dilaksanakan tiga kali. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu para pemandu mempersiapkan diri mereka untuk memimpin pendalaman Kitab Suci di komunitas atau stasinya. Dalam pembekalan pemandu ini, Delegatus Kitab Suci memberikan bekal tentang materi pertemuan kedua, ketiga dan keempat. Dalam kegiatan ini, para pemandu diajak untuk mensimulasikan bahan pertemuan yang akan mereka bawakan di komunitas, wilayah atau stasi mereka. Pada kesempatan itu, para pemandu juga bisa bertanya mengenai bahan dan juga bisa membagikan pengalaman mereka.

Baca Juga:  Kesiapan Buku Panduan Sakramen Inisiasi

Masih ada satu kegiatan lain yang dilakukan oleh Delkit Keban. Kegiatan yang dilakukan oleh Delegatus Kitab Suci adalah pengumpulan data berkaitan dengan kegiatan kerasulan Kitab Suci dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada umat. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan data kepemilikan Kitab Suci, kegiatan pendalaman Kitab Suci, dan kegiatan paripurna membaca Kitab Suci. Harapannya sebanyak mungkin umat turut menjawab kuesioner ini agar didapatkan data yang valid berkaitan dengan kegiatan pastoral Kitab Suci di Keuskupan Banjarmasin. Bantuan dari para Romo Paroki untuk menggerakkan umat parokinya untuk mengisi kuesioner ini sangatlah diharapkan.

Pendalaman Iman ke-4 BKSN_Komunitas St.Petrus Wilayah 5 Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Banjarmasin (28/9/2021)

Kekhasan BKSN 2021

Kekhasan bahan dari Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini adalah umat diajak untuk sungguh mendekati dan belajar dari teks Kitab Suci. Umat diajak untuk melihat lebih dekat lagi kisah dari teks Kitab Suci yang direnungkan. Umat diajak untuk melihat konteks dari kisah yang direnungkan, diajak untuk masuk dalam cerita yang dibawakan, dan kemudian membawa pesan teks itu ke dalam pengalaman hidup pribadi mereka. Meskipun ada teks yang sudah acap kali menjadi bahan pendalaman iman, namun teks tetap memberikan pesan yang kuat dan inspiratif karena pesan teks yang direnungkan ditempatkan dalam situasi yang dihadapi umat pada masa ini. Pesan dari kisah-kisah Injil dan kitab Wahyu, ditempatkan dalam konteks hidup kita di masa pandemi ini.

Kisah para murid yang berhadapan dengan angin sakal dan keputusasaan mereka dihubungkan dengan situasi pandemi yang kita hadapi, di mana kita pun sering putus asa berhadapan dengan pandemi Covid 19 ini. Begitu juga pengalaman Maria dan Marta yang kehilangan Lazarus saudaranya sungguh sangat relevan dengan pengalaman kita atau saudara-saudari kita yang kehilangan anggota keluarga atau sahabat yang mereka cintai. Pengalaman dari orang yang dirampok dan tak berdaya di tengah jalan juga sesuai dengan pengalaman kita atau saudara kita yang terpapar oleh Covid-19. Penderitaan yang dialami oleh mereka seringkali ditambah juga dengan sikap orang-orang di sekitar kita yang bukan menunjukkan sikap persaudaraan tetapi sikap acuh tak acuh.

Baca Juga:  Sepuluh Pertanyaan Dasar Sinodalitas Gereja Lokal

Pandemi Covid-19 membatasi kehidupan kita. Kita dilarang berkerumun, bahkan kegiatan peribadatan pun dibatasi. Berulangkali di Keuskupan kita, gereja-gereja Paroki ditutup. Umat diminta mengikuti misa atau perayaan Ekaristi secara online. Awalnya, banyak umat kita yang merasakan krisis atau kekosongan karena tidak bisa mengikuti misa di gereja dan tidak bisa menerima komuni. Lama-lama, ternyata, situasi ini juga membuat umat kita terbiasa ‘tidak ke gereja’. Tentu saja ini berdampak juga dalam kehidupan iman umat katolik di Keuskupan kita. Situasi ini diangkat menjadi konteks dari pertemuan BKSN yang keempat. Kita diajak untuk melihat mentalitas umat jemaat perdana di Laodikia yang dikisahkan dalam kitab Wahyu 3:14-22. Umat di Laodikia ditegur dan diingatkan bahwa mentalitas mereka membahayakan iman mereka. Pesan dari kitab Wahyu ini seakan-akan juga menjadi peringatan bagi kita untuk tidak jatuh dalam semangat iman yang ‘suam-suam kuku’. Selain temanya berkaitan dengan situasi jaman yang ada, adalah permenungan dalam pertemuan-pertemuan pendalaman Kitab Suci lebih mengajak dan mengundang para peserta pertemuan untuk mengenal teks Kitab Suci yang direnungkan dengan lebih dalam. Semoga Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini sungguh membantu umat untuk mengenal Kitab Suci dan semakin mengimani bahwa Yesus adalah sahabat seperjalanan kita.

 

Pelaksanaan BKSN di Keuskupan Banjarmasin

Meski dalam suasana pandemic Covid-19, di paroki-paroki dalam wilayah Keuskupan Banjarmasin, tetap dilaksanakan Pendalaman Kitab Suci BKSN. Dari pantauan Delkit dan juga mencermati laporan-laporan dari para pemandu Pendalaman Kitab Suci, pertemuan-pertemuan untuk pendalaman Kitab Suci tetap dihadiri oleh umat. Ada pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan secara off-line. Artinya umat berkumpul di suatu tempat sama dengan tetap melaksanakan Prokes yang ketat. Ada pula komunitas-komunitas yang melaksanakan pertemuan pendalaman Kitab Suci secara online. Melihat fakta ini, kita patut berbangga bahwa kecintaan umat untuk aktif dalam kegiatan pendalaman Kitab Suci tetaplah tinggi. Harapannya, umat Katolik semakin membaca dan mencintai Kitab Suci serta menimba inspirasi hidup dari Sabda Tuhan. (AB10S)