Renungan oleh: RP. Ambrosius, MSF

HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA

Why. 11:19a;12:1-6a.10ab

1Kor.15:20-26

Luk.1:39-56

 

Saudara/i yang terkasih…

Kasih dan kekerasan merupakan dua sisi kehidupan perempuan. Sejak zaman dahulu hingga dunia modern ini perempuan sering dijadikan objek dan menjadi korban kekerasan. Namun perlu juga disadari bahwa dalam segala hal bahkan dalam penanganan covid 19, paling banyak tenaga perempuan yang menjadi garda terdepan yang siap mengorbankan dirinya demi keselamatan dan kesehatan sesamanya.

Saudara/i yang terkasih…

Hari ini bersama dengan seluruh Gereja kita merayakan Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga. Dia adalah perempuan Yahudi sederhana yang diberkati oleh Allah. Dia adalah gambaran kasih Allah bagi manusia karena melalui Dia-lah lahir Yesus Kristus penyelamat kita.

Dia yang gambarkan oleh Yohanes dalam penglihatannya sebagai “seorang perempuan yang berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Dia juga adalah perempuan diberkati Allah. Ketika Maria berjumpa dengan Elisabeth saudaranya, Elisabeth berkata : “diberkatilah Engkau diantara semua wanita dan diberkatilah buah rahimmu”. Elisabeth sadar bahwa Maria adalah perempuan yang diberkati Tuhan dan melalui Dia semua manusia mengalami kasih dan berkat dari Tuhan.

Saudara/i yang terkasih…

Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga¬† menjadi gambaran kemuliaan seluruh umat manusia yang percaya pada Kristus karena Kristus adalah buah sulung kebangkitan: “karena kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia” Dialah Yesus Kristus Tuhan kita.

Marilah kita sadari diri kita sebagai orang-orang yang diselamatkan oleh Yesus sekaligus menjadi pribadi-pribadi yang selalu mensyukuri Rahmat kasih dari Tuhan. Oleh karena itu, mari kita hadir untuk menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak kaum perempuan karena ketidakadilan dan kekerasan yang mereka alami. Dengan itu, kita juga menjadi penyalur berkat dan kasih dari Tuhan bagi mereka. Relakah kita menjalankan tugas ini?

Baca Juga:  Bermisi Bagi Mereka yang Menderita

Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin