Selasa, 25 Januari 2022
Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul
Penutupan Pekan Doa Sedunia

 

“Seseorang yang dengan penuh kasih mengangkatmu dari tempat gelap, jauh lebih berharga daripada ribuan orang yang dengan mulut manis menemanimu di tempat yang terang”

Saudara/i yang terkasih…
Dalam kegelapan malam, manusia membutuhkan cahaya untuk melihat segala sesuatu. Namun perlu disadari bahwa kemilau dunia juga dapat membuka mata sekaligus membutakan mata manusia. Sebaliknya, suara di satu sisi adalah sebuah teguran, panggilan dan perutusan bagi seseorang untuk bertobat dan memberitakan kebaikan; tetapi di sisi lain, suara adalah sebuah wewenang dan kekuasaan yang mengikat dan memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu. Pengalaman ini dialami oleh Paulus. Ia yang semula bernama Saulus adalah seorang yang disilaukan oleh ambisi dan prestasi kerja baik dalam ilmu agama Yahudi maupun dalam kaitan dengan penangkapan dan pembunuhan para pengikut Tuhan. Namun, cahaya kemilau dunia tidak sedasyat cahaya kasih Kristus yang awalanya membutakan mata lahiriah Saulus tapi akhirnya mampu membuka mata batinnya sehingga ia mampu melihat Kasih Kristus dan penderitaan para pengikut-Nya. Dengan itu, ia pun rela diutus ke seluruh penjuru dunia untuk mewartakan Injil.

Saudara/i yang terkasih…
Selain cahaya, Suara juga memiliki peranan penting dalam hidup Paulus. Dia yang semula memegang otoritas untuk memburu para pengikut Tuhan karena surat perintah dan suara dari para pemuka agama Yahudi, rela tersungkur dan bertobat di hadapan Kristus yang bangkit karena mendengar suara-Nya yang lemah lembut. Suara itu mengubah seluruh hidup Paulus yang semula seorang penganiaya jemaat menjadi rasul bangsa-bangsa.

Saudara/i yang terkasih…
Berkat pemberitaan Rasul Paulus, kita pun mampu melihat cahaya kasih Kristus dan mendengarkan suara-Nya yang lembut nan syahdu. Namun cahaya dan suara-Nya kadang samar-samar karena terhalang oleh kemilau dunia dan bisingnya suara dendam, pertikaian, permusuhan dan peperangan. Maka marilah kita datang dan tersungkur di kaki Tuhan agar kita mampu melihat dan mengalami kembali cahaya kasih-Nya serta mendengarkan kembali suara-Nya yang lembut yang mengatakan : “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Apakah kita mampu? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Anak yang Ku-kasihi

(P. A. L. Tereng MSF)
Tapak kaki – Mu-Sa-Fir