Berawal dari perbincangan di depan teras lantai dua rumah seorang kawan, tercetus ide kecil untuk memperingati 17 Agustus 2021 tahun ini dengan sedikit berbeda dari sebelumnya. Kami berencana membuat medley lagu tema kemerdekaan serta visualisasinya yang akan di tayangkan melalui youtube. Ide kecil ini terus berkembang dengan kawan kawan dari 3 OMK Dekanat Banjarmasin, malam pertemuan pertama kami di pendopo Gereja Santa Perawan Maria YTTN, Kelayan Banjarmasin.

Malam itu kami sepakat bahwa kegiatan ini tidak sekedar kegiatan “17 Agustus-an” namun sebagai ruang kami belajar memahami kembali nilai-nilai kemerdekaan Indonesia, terutama mengenai keberagaman. Sebagai tim yang tergabung dari 3 OMK yang berbeda paroki, kami belajar untuk menerapkan nilai keberagaman tersebut di dalam proses kreatif ini untuk menjadi 100% Katolik 100% Indonesia.

 

6 Lagu  dan 6 Tema

Disepakati medley lagu kemerdekaan itu diawali dengan Indonesia Raya stanza 2, dilanjutkan dengan Tanah Airku, Indonesia Pusaka, Kebyar-Kebyar, Dari Sabang Sampai Merauke serta lagu Bendera yang dipopulerkan oleh Band Coklat. Tak perlu waktu lama bagi tim untuk menentukan 6 tema pada setiap lagu beserta talent yang akan tampil. Pada bagian awal video, kami mempercayakan Deliana Moniz untuk membawakan lagu Indonesia Raya stanza 2. Deli membawakan lagu tersebut dengan penuh khidmat dan indah sesuai dengan konsep visual yang ditampilkan yaitu keindahan alam Indonesia. Pada tampilan lagu Tanah Airku kami percayakan pada Theresia Clarisa Chandra, dengan suaranya yang bening lagu ini kami kemas dengan suasana adat dayak. Tambahan mantra “Rayah” pada bagian intro lagu Tanah Airku seperti doa yang dipanjatkan agar selalu menjaga tanah air kita. Setelah dimanjakan dengan pemandangan indah dan tarian-tarian, giliran para lelaki berpakaian jawa lengkap dengan blangkonnya beraksi memainkan lagu Indonesia Pusaka dengan gaya musik keroncong. Tak hanya menggabungkan instrumen daerah, pada lagu berikutnya tim musik mencoba menggabungkan instrumen daerah dengan musik yang kekinian. Seperti lagu Kebyar-Kebyar yang dibawakan dengan instrumen gitar dari saudara Ronaldo Bendhard yang akrab di panggil Uye, lagu dari Sabang Sampai Merauke dengan background music EDM bercampur nuansa panting banjar dan lagu Bendera dengan gaya pop. Keenam lagu dan tema visual dalam video ini diarahkan pada konsep kolosal dengan menampilkan tarian daerah, alat musik dan paduan suara sebagai simbol dari keberagaman dan kebersamaan.

“…kami belajar untuk menerapkan nilai keberagaman tersebut di dalam proses kreatif ini untuk menjadi 100% Katolik 100% Indonesia.”

Dari Orang Muda Katolik Untuk Indonesia

Baca Juga:  Daftar ulang tahun Imam serta Biarawan/Biarawati di Keuskupan Banjarmasin Bulan Oktober 2021

Banyak cerita terjadi dibalik proses kreatif ini, mulai dari mengumpulkan kawan kawan untuk bergabung, menyatukan berbagai ide, mencocokan jadwal untuk menentukan jadwal shooting hingga batal shooting dan proses shooting harus tertunda selama 2 minggu karena salah satu kawan kami terpapar virus covid-19. Namun, disitulah seni dalam menjalankan proses kreatif ini bersama-sama mengerjakan sesuatu dengan tulus, bisa saling menghargai dan memahami satu sama lain. Proses yang memakan waktu 3 bulan ini tidak berujung sia-sia, tepat tanggal 18 September 2021 video “Dari Orang Muda Katolik Untuk Indonesia” tayang perdana pada channel Domkui Production. Hari itu kami juga membuat acara nonton bersama sekaligus malam keakraban yang disambut hangat oleh 3 OMK paroki Dekanat Banjarmasin. Harapannya melalui video ini semakin banyak Orang Muda Katolik yang mau terlibat dalam kegiatan kreatif di gereja serta menyalurkan dan mengembangkan talenta yang dimiliki. Antusiasme penonton youtube sungguh di luar ekspektasi kami, dalam kurun waktu 1 minggu ini video Domkui telah ditonton 5.900 kali dengan 400 subscriber dan 877 likes, yang penasaran dengan video kami dapat langsung klik :