oleh: RP. Ambrosius, MSF

Rabu, 05 Januari 2022
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

1Yoh. 4:11-18
Mrk. 6:45-52

“Kasih mengubah pahit menjadi manis, takut jadi berani, derita jadi bahagia, dukacita jadi sukacita, mati jadi hidup dan salib jadi kemuliaan”

Saudara/i yang terkasih…
Setiap orang pasti mempunyai pengalaman ketakutan; ada yang takut sendirian, ada yang takut hantu atau mayat, ada yang takut dengan binatang tertentu, ada yang takut gagal, takut jadi pemimpin, takut menghadapi masa depan dan takut menghadapi badai hidup.
Pengalaman ketakutan juga dialami oleh para murid ketika mereka sendirian menyeberang danau menuju Betsaida. Ketika mereka harus menghadapi angin sakal, tiba-tiba mereka melihat Yesus berjalan di atas air dan mereka mengira bahwa itu hantu sehingga mereka berteriak-teriak ketakutan. Namun Yesus menyapa mereka dengan berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
Dengan sapaan ini, Yesus mau menunjukkan siapa diri-Nya; Dia adalah Allah, dan Allah adalah kasih sehingga di dalam kasih tidak ada ketakutan.

Saudara/i yang terkasih…
Bagi Rasul Yohanes, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”. Dengan ini, jika kita masih memiliki rasa takut berarti kita tidak benar-benar berada dlm kasih Allah. Seperti halnya para murid, yang berjalan sendirian tanpa Yesus yang adalah Kasih sejati atau mereka yang hanya makan roti sampai kenyang tanpa mengerti apalagi tinggal dalam Kasih Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Ketakutan adalah hal manusiawi tetapi jangan sampai ketakutan membunuh kreativitas kita dalam hidup sekaligus mematikan iman dalam diri kita akan Allah. Maka marilah berserah diri pada Allah karena Dia adalah kasih dan dalam Dia tidak ada ketakutan. Kita harus yakin dan percaya bahwa bersama Allah, kita akan mencapai pantai kebahagiaan. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Aku Ini Milik Tuhan

(P. A. L. Tereng MSF)
Rahmat Allah Buat kamU – Mu-Sa-Fir