Festival Budaya Saijaan (FBS) merupakan kegiatan untuk memperkenalkan budaya lokal, potensi wisata serta menggerakkan ekonomi kreatif di Kotabaru dan Kalimantan Selatan.  Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kotabaru tersebut pertama kali diadakan pada tahun 2013 dan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  RI dimasukkan dalam Kharisma Event Nusantara 2021 (Kharisma Event Nusantara / KEN 2021 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia. KEN 2021 akan merangkum berbagai macam acara yang ada di seluruh provinsi Indonesia, mulai dari tingkat desa, kelurahan, hingga provinsi) pada 10 April 2021.

Digelar dengan Protokol Kesehatan yang Ketat

Setelah sempat vakum pada tahun 2020, FBS digelar kembali pada 9-11 Juli 2021 dan dibuka secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parenkraf), H. Sandiaga Uno. Pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan yang biasanya diadakan di area Siring Laut Kotabaru itu lekat dengan keramaian, banyaknya penonton, tersedianya makanan serta hidangan gratis bagi masyarakat, stand-stand penjualan dan bentangan kendaraan yang diparkir hingga ke badan jalan. Namun karena FBS 2021 digelar di masa Pandemi maka kegiatan dialihkan ke pantai Gedambaan, Kotabaru. Lokasi tersebut dipilih karena relatif lebih terisolir sehingga mudah diawasi serta memungkinkan untuk melakukan pembatasan pengunjung sebanyak 200 orang per hari yang terdiri dari panitia, pengisi acara dan tamu undangan.

Masyarakat tetap dapat mengikuti kegiatan melalui daring. Hal menarik dari FBS 2021 tersebut adalah konsep hybrid yang diusung sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Khairian Anshari, S.STP.M.Si, “Apa itu Hybrid? Istilah ini merujuk pada kolaborasi virtual, recording, dan live secara terbatas.  Dalam artian bahwa konsep pelaksanaan menggabungkan daring dan luring, yang membatasi pelaksanaan hanya untuk Panitia, Pengisi acara, serta undangan yang terbatas.”

Baca Juga:  Selayang Pandang Gereja Katolik Santa Anastasia Muara Napu

Bagi pengunjung yang hadir secara langsung, Panitia FBS 2021 bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru mewajibkan mereka yang berada di lokasi acara FBS 2021 untuk melakukan tes antigen serta tetap memperhatikan dan menjalankan panduan protokol kesehatan dari Panitia.

Usai penyelenggaraan FBS 2021, Kabid Pertunjukan dan Event Pariwisata, Rudi Nugraha, S.Sos menuturkan bahwa event FBS 2021 telah dilakukan melalui proses verifikasi yang dilakukan pihak Kemenparekraf, di antaranya tentang pedoman CHSE yaitu Cleanliness, Health, Safety, dan Environment sustainability. “Dengan kata lain, pada pelaksanaan event FBS 2021 lalu kita mengutamakan kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlangsungan lingkungan,” ujarnya.

 

Aneka Kegiatan dalam Festival Budaya Saijaan 2021

Bupati Kotabaru dan Kadispora Kalsel dalam acara Pembukaan FBS 2021

Meskipun masyarakat tidak bisa mengikuti event FBS 2021 dengan hadir secara langsung di lokasi, namun masyarakat dapat mengakses kegiatan secara langsung (live) melalui kanal YouTube Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

Rangkaian Upacara Pembukaan dilaksanakan pada 9 Juli 2021 pukul 20.00 WITA dengan dihadiri oleh Bupati beserta istri, Wakil Bupati beserta istri, anggota DPRD Kalsel Yani Helmi, SEKDA Kotabaru, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel M. Syarifuddin, M.Pd, Ketua DPRD Kotabaru beserta istri. Sebelum dibuka secara resmi oleh Menteri Parenkraf, H. Sandiaga Uno secara virtual, acara diawali dengan Tari Mayang Kencana dan sambutan-sambutan. Kemudian acara dilanjutkan dengan suguhan Gelar Tari Kolosal, penayangan video pariwisata unggulan serta penampilan artis lokal, Tommy Kaganangan.

Pada hari kedua, 10 Juli 2021 pagi hingga malam digelar beberapa lomba. Lomba yang pertama adalah lomba memasak Jeppa (makanan khas suku Mandar, dari daerah Sulawesi) dengan menghadirkan bintang tamu Agus Sasirangan. Berikutnya lomba tari Melayu Pesisir se-Kotabaru dan lomba seni budaya se-Kabupaten Kotabaru. Selain lomba juga ditayangkan video Kampung Rampa/Profile suku Bajau dan diadakan selamatan Leut desa Rampa (syukuran terhadap rezeki yang diberikan Allah berupa hasil tangkapan ikan di laut).

Selamatan Leut

Pada hari ketiga, 11 Juli 2021, digelar lomba fashion on the beach dari bahan daur ulang, pawai budaya, suguhan gelar seni budaya multi-etnis Kotabaru serta pengumuman para pemenang lomba. Kemudian FBS 2021 ditutup dengan Acara Penutupan dan dilanjutkan dengan penampilan pertunjukan kesenian  dan hiburan.

Baca Juga:  Anak yang Ku-kasihi

( Hari/KomSos Paroki Kotabaru)

Sumber tulisan: riliskalimantan.com; http://kotabarukab.go.id, Panitia FBS 2021, TVRI KalSel