Kamis (25/11/2021) – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2021, Komisi Pendidikan dan Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Banjarmasin menggelar rangkaian kegiatan lomba membaca puisi dan menyanyi Lagu Hymne Guru  bagi anak-anak SD Katolik di Keuskupan Banjarmasin. Rangkaian lomba yang dilaksanakan secara virtual tersebut telah dibuka pada 30 Oktober 2021 oleh Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang.  Pengumuman pemenang lomba diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional 2021, 25 November 2021 pukul 10.00 WITA melalui media Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pusat Pastoral Keuskupan Banjarmasin.

Ketua panitia lomba, Yohanes Samina, dalam sambutannya melaporkan bahwa kegiatan lomba Membaca Puisi dan Menyanyika Lagu Hymne Guru telah terlaksana dengan baik dan lancar. Para peserta yang merupakan perwakilan dari sekolah masing-masing telah dinilai oleh Dewan Juri yang kompeten dan pemenang lomba akan segera diumumkan hari itu.

Partisipan Zoom pada Pengumuman Lomba Peringatan Hari Guru Nasional 2021 (25/11/2021)

 

Pengumuman pemenang lomba

 

Pemenang Lomba Membaca Puisi Kategori I (SD kelas 3 dan 4)

Juara I               : Shannon Sachiko Celeste (SDK Santa Maria Banjarmasin)

Juara II              : Valerie Kathleen (SDK Santa Maria Kotabaru)

Juara III            : Brigitta Nadine Alexandra Devina (SDK Santa Angela Banjarmasin)

Harapan I        : Jovano Juan (SDK Santo Vincent Batulicin)

Harapan II       : Theresia Marsha Dwi Endita (SDK Sanjaya Banjarbaru)

Harapan III     : Aerilyn Bellvania Dalope (SDK Santa Angela Banjarmasin)

 

Pemenang Lomba Membaca Puisi Kategori II (SD kelas 5 dan 6)

Juara I               : Florentina Ekatriana Budhyani (SDK Sanjaya Banjarbaru)

Juara II              : Rafael Maxdri Musashi Tampubolon  (SDK Santa Angela II Banjarmasin)

Juara III            : Jovita Alena Dewi (SDK Santo Vincent Batulicin)

Baca Juga:  Memberi dan Menerima dengan Cuma-Cuma

Harapan I        : Calista Molahoi Daeli  (SDK Santa Maria Kotabaru)

Harapan II       : Felisha Vivian Kurniawan (SDK Santa Maria Banjarmasin)

Harapan III     : Gerardus Tyaga Surya Deswhana (SDK Santa Angela I Banjarmasin)

 

Pemenang Lomba Vocal Solo Kategori I (SD kelas 3 dan 4)

 

Juara I               : N a i m s a (SDK Santo Vincent Batulicin)

Juara II              : Margaretha Leony Ayuningtyas (SD Sanjaya Banjarbaru)

Juara III            : Alfredy Natanael Pardede (SD Santa Maria Banjarmasin)

Harapan I        : Jokkas Pranata Sergio (SD Santa Angela I Banjarmasin)

Harapan II       : Alice Vanessa Gunawan (SD Santa Maria Kotabaru)

Harapan III     : Bernadette Nadine Riana Pradelis (SD Santa Angela II Banjarmasin)

 

Pemenang Lomba Vocal Solo Kategori II (SD kelas 5 dan 6)

Juara I               : Theresia Tristania Kusumaningtyas (SD Sanjaya Banjarbaru)

Juara II              : Rebecca Felicia Renata Malau (SD Santa Angela 1 Banjarmasin)

Juara III            : Yosef Fedro Ade Putra Sijabat (SD Santa Maria Kotabaru)

Harapan I        : Audric Baldawin Billan (SD Santa Maria Banjarmasin)

Harapan II       : Bangkit Jonathan Diwantara Sinaga (SD Santa Angela 2 Banjarmasin)

Harapan III     : F e n n y (SDK Santo Vincent Batulicin)

 

Nemo Dat Quod Non Habet

Usai pengumuman pemenang lomba, Bapak Uskup Petrus Boddeng Timang yang hadir melalui ruang zoom mengawali peneguhannya dengan mengatakan, “Nemo Dat Quod Non Habet. Tidak seorang pun memberikan apa yang tidak mereka punyai. Dalam lomba kita telah menyaksikan bagaimana anak-anak telah menampilkan apa telah mereka miliki dengan dipoles oleh orangtua dan guru.”

Lebih lanjut Bapak Uskup mengajak para peserta merenungkan sebuah kalimat dalam puisi yang dibaca peserta lomba, “Ketika kami tidak tahu apa-apa, engkau (para guru-red) datang mencelikkan aku.” Kalimat tersebut mengungkapkan bahwa anak-anak dapat berubah, bertumbuh dan berkembang berkat usaha para pendidik di sekolah. Oleh karena itu sebelum mengubah anak-anak, para pendidik hendaknya selalu siap mengubah diri.

Baca Juga:  Hati yang Penuh Belas Kasih

Meskipun demikian tanggung jawab mendidik anak-anak bukan hanya tanggung jawab sekolah. Sebuah ungkapan mengatakan, “Charity begins at home.” Sesuai Arah Dasar Keuskupan Banjarmasin, kita dipanggil untuk menyebarkan kasih Allah. Namun menyebarkan Kasih Allah itu harus berangkat dari diri sendiri dan dari keluarga masing-masing.

Kepada pengurus yayasan dan para kepala sekolah, Bapak Uskup berpesan agar mempelajari Dokumen Konsili Vatikan tentang Pendidikan Kristiani nomer 1 sampai 3 tentang prinsip-prinsip mendasar untuk menyelenggaran pendidikan. Pendidikan adalah untuk memanusiakan orang dan memanusiakan secara Kristiani. Dalam pendidikan, anak-anak dituntun supaya memiliki cita-cita Kristus sebagai manusia, yaitu untuk menjadi sempurna sebagaimana Bapa di surga yang sempurna adanya.

Sedangkan kepada para pastor yang berada di paroki dimana sekolah-sekolah tersebut berada, Bapak Uskup berpesan agar terlibat dalam pendidikan di sekolah dan sering hadir di sekolah-sekolah dengan mengenakan jubah.

 

Pengumuman Lomba Hari Guru Nasional 2021 di Keuskupan Banjarmasin yang berakhir pada pukul 11.15 WITA itu diakhiri dengan foto bersama dan Doa Penutup serta berkat. (smr)