Ibadat Jalan Salib di Paroki Kelayan; Pembukaan

Setiap Jumat dalam masa Prapaskah, ada tradisi sebelum misa diawali dengan Ibadat Jalan Salib. Praktek doa dan devosi ini dilaksanakan oleh paroki-paroki  di Keuskupan Banjarmasin. Permenungan kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus tahun ini dimaknai sebagai Gereja Inklusif: Gereja yang Memelihara Kehidupan.

Bukti cinta Allah kepada manusia diwujudkan dalam pribadi Yesus. Yesus telah mengomunikasikan kasih Bapa itu dengan pengorbanan diri-Nya di kayu salib. Pada peristiwa Jalan Salib ini kita semakin didekatkan dengan pribadi Allah dalam Yesus Sang Juru Selamat. Empat belas peristiwa Jalan Salib kiranya mampu mengoyak kekerasan hati kita untuk pertobatan. Dalam permenungan yang dibacakan oleh para lektor memberikan ruang yang lebar untuk melawankan ketegaran hati dan egoisme dengan cinta tanpa pamrih dari Yesus Kristus. Kita diberikan pilihan untuk bangkit dari kelemahan-kelemahan diri dan mengusahakan hidup dan pelayanan yang berkenan pada-Nya.

 

Umat khusyuk mengikuti Ibadat Jalan Salib pada Jumat sore

Gambar, lukisan kaca patri ornamen atau ukiran kayu kisah Jalan Salib yang ditekuni umat kali ini kiranya mampu membuat diri kita, sebagai Gereja, untuk membuka diri dan menjadi pribadi yang terbuka,  membangun relasi kasih dengan sesama yang berbeda suku, agama, golongan, kehidupan sosial dan memperhatikan lingkungan hidup sekitar kita. Semoga.

Silakan mengunduh bahan Ibadat Jalan Salib 2022 dari Komisi Pengembangan Sosial dan Ekonomi bekerja sama dengan Komisi Peribadatan Keuskupan Banjarmasin : JALAN SALIB_2022

Baca Juga:  Cerita tentang Dua Sejoli, Air Terjun, serta Pantai yang Eksotis