Di Keuskupan Banjarmasin, JPIC (Justice, Peace, Integrity of Creation) merupakan salah satu unit kerja di bawah Bidang Pelayanan Dewan Karya Pastoral. Unit kerja ini bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengkoordinasikan karya pastoral yang bertujuan memulihkan martabat manusia yang semakin tercampakkan khususnya dengan penyadaran dan penghayatan akan nilai-nilai keadilan. Dengan kata lain JPIC hadir untuk mewujudkan keadilan, kedamaian dan keutuhan ciptaan di tengah-tengah masyarakat.

Upaya mewujudkan keadilan dilakukan antara dengan memberikan informasi berkaitan dengan keadilan kepada umat yang majemuk situasinya serta mengembangkan komunikasi dan kerjasama untuk pemberdayaan kaum perempuan, buruh dengan lembaga terkait.  Perdamaian diwujudkan dengan mengadakan pembinaan dan peningkatan ketrampilan umat  dalam mengatasi konflik serta mengembangkan budaya damai antar suku, agama & budaya. Sedangkan keutuhan ciptaan  diwujudnyatakan dengan cara menjaga lingkungan alam semesta ini agar tetap utuh.

Save Hutan Meratus

Dalam sebuah perbincangan dengan Komisi Komsos KEBAN dan Seksi Komsos Paroki Yohanes Pemandi, Landasan Ulin,  Ketua Komisi JPIC Keuskupan Banjarmasin, RP. Ruben Basenti Moruk, OFM menyoroti keprihatinan terhadap keutuhan ciptaan di  wilayah Keuskupan Banjarmasin. Pastor yang akrab disapa sebagai Romo Ruben tersebut menceritakan bahwa sebelum ditugaskan di Keuskupan Banjarmasin, ia membayangkan bahwa di Kalimantan Selatan  khususnya di daerah Pegunungan Meratus akan dijumpai hutan primer yang sangat lebat dengan pohon pohon-pohon khas seperti ulin. Namun setelah tiba di Kalimantan Selatan, hutan yang dia bayangkan tersebut tidak pernah ditemui. Bahkan hingga kini, setelah kurang lebih tiga tahun berkarya di Paroki Gendang (dulu stasi Gendang-Paroki Batulicin), Romo Ruben mengaku belum pernah melihat secara langsung pohon ulin yang besar. Yang ditemui justru kondisi hutan yang dari luar tampaknya lebat dan penuh pohon-pohon, namun di beberapa bagian dalam hutan justru “gundul” akibat dieksploitasi.

Baca Juga:  Ajakan untuk Merawat Rumah Bersama

Save Hutan Meratus harus diwujudnyatakan dan diusahakan bersama. Tidak ada kata terlambat untuk menyelamatkan hutan di Pegunungan Meratus. Perjuangan untuk melestarikan alam harus diusahakan oleh semua pihak dengan berbagai cara sehingga Kalimantan dapat kembali menjadi penyuplai oksigen bagi dunia.

 

Upaya Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan

Sebagai upaya menjaga keutuhan alam ciptaan, JPIC mendorong umat Katolik dan masyarakat untuk melakukan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan seperti melakukan gerakan menanam tanaman yang tidak merusak lingkungan serta merawatnya. Hal ini bisa dilakukan di lingkungan masing masing, seperti: halaman rumah, lahan paroki, kebun, dan sebagainya.

Menurut Romo Ruben, saat ini beberapa paroki telah memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk melakukan penanaman tanaman yang memiliki nilai ekonomis. Paroki Santo Yosep Suriyan menanam padi dan sudah panen di lahan yang berada di belakang gereja.  Paroki Santo Vincentius a Paulo Batulicin menanam tanaman karet di lahan milik paroki serta mengembangkan budidaya jamur tiram.

Sementara itu, di paroki tempat Romo Ruben berkarya sebagai pastor paroki saat ini, yaitu Paroki Santo Fransiskus Asisi, Gendang sedang digiatkan penanaman tanaman jengkol. Alasan pemilihan tanaman jengkol ini karena dari beberapa referensi menyatakan bahwa pohon jengkol memiliki kemampuan secara alami dalam membantu menyuburkan tanah dan menampung air serta ke depannya memiliki nilai ekonomis. Dan dalam beberapa referensi kesehatan, buah jengkol memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti: mencegah animea, mengatasi penyempitan pembuluh darah, menjaga kesehatan jantung, dan aneka manfaat lainnya. (smr & Komsos Paroki Landasan Ulin)