Rabu, 08 Desember 2021
HR. S.P. MARIA DIKANDUNG TANPA NODA

Kej. 3:9-15.20
Ef. 1:3-6.11-12
Luk. 1:26-38

 

Saudara/i yang terkasih…

Kasih adalah komitmen dari Allah untuk senantiasa mengasihi manusia walaupun manusia berdosa sebab Allah adalah kasih. Sebaliknya dosa adalah tindakan manusia yang melawan kasih Allah. Di dalam kasih Allah dan dosa manusia ada keadilan dan pengampunan Allah.
Hari ini Gereja Universal merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa Noda. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan dan merefleksikan tentang kasih Allah dan dosa kita manusia. Allah yang dengan penuh kasih memberikan Taman Eden sebagai tempat tinggal manusia pertama tetapi manusia dengan tahu, mau dan sadar melanggar perintah Allah dengan makan buah yang terlarang. Karena dosa inilah maka manusia pertama diusir dari taman Eden namun mereka juga tetap dikasihi oleh Allah. Kasih Allah ini berpuncak dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita yang dikandung dan dilahirkan oleh Maria seorang perawan dari Nazareth. Maria yang adalah Hawa baru dengan penuh kerendahan hati menerima tanggung jawab yang diberikan Allah dengan berkata : “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Jawaban ini menunjukkan kesiapsediaan Bunda Maria untuk menerima tanggung jawab yang diberikan oleh Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Kasih Allah yang tak berkesudahan dan berpuncak dalam diri Yesus Kristus telah memilih kita orang berdosa ini menjadi Kudus dan tak bercela di hadapan Allah. Hal ini ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Paulus sadar bahwa sejak semula yakni ketika manusia pertama, Allah dengan penuh kasih menghendaki agar manusia tetap menjadi pribadi yang Kudus di hadapan-Nya. Namun karena egoisme manusia maka mereka melawan kasih Allah.

Baca Juga:  Kebaikan Allah melalui Ayam Bertelur di dalam Gereja

Saudara/i yang terkasih…
Hingga saat ini, kasih Allah selalu mengalir bagi kita manusia. Sebaliknya kecenderungan kita untuk berbuat dosa juga selalu menghantui kehidupan kita. Dalam situasi ini, kita bersyukur atas kasih Allah yang hadir melalui Santa Perawan Maria. Dia yang adalah Hawa baru yang dengan penuh kasih menyediakan “taman Eden” yang baru bagi kita semua anak-anaknya. Maka marilah kita tetap tinggal dalam kasih Allah seperti teladan Bunda Maria dan menyadari diri sebagai anak-anak Allah yang telah ditebus oleh Yesus Kristus Tuhan kita sehingga kita tetap rendah hati di hadapan Allah dan sesama. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

(P. A. L. Tereng MSF)
Audiensi – Mu-Sa-Fir