Kamis, 18 November 2021
PEKAN BIASA XXXIII

1 Mak. 2:15-29
Luk. 19:41-44

 

Saudara/i yang terkasih…
Keluarga adalah Gereja domestik, tempat berbagi kasih sayang, tempat belajar tentang iman dan moral. Keluarga yang baik adalah bukan berarti tanpa masalah tetapi keluarga yang setia, kompak dan bekerjasama serta saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Hal ini dibuktikan oleh Matatias dan seluruh anggota keluarganya. Mereka dengan berani menentang apa yang dikehendaki oleh Raja Antiokhus Epifanes yang memaksa orang-orang Yahudi untuk meninggalkan ketetapan hukum Taurat. Mereka dengan berani melawan titah raja karena lebih memilih setia pada Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Kesetiaan Keluarga Matatias tidak bisa dihidupi oleh bangsa Israel. Mereka lebih memilih untuk tidak taat pada Allah. Bahkan hal ini terjadi pada zaman Yesus. Mereka tidak menyadari bahwa Yesus adalah Mesias yang mereka nantikan. Maka ketika melihat kota Yerusalem, Yesus menangisinya karena dosa dan ketidaktaatan mereka kepada Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Sebagai keluarga Kristiani, kita dipanggil dan diutus ke tengah dunia modern ini untuk menghadirkan kasih Allah serta hidup dalam iman akan Allah. Keluarga-keluarga Kristiani harus tampil sebagai pioner di tengah masyarakat dalam membangun Toleransi yang didasarkan pada kasih yang merupakan perwujudan iman Kristiani. Keluarga Kristiani juga harus kompak dan siap serta mampu bekerjasama dalam menghadapi setiap masalah dewasa ini dengan harapan dan iman yang teguh karena masalah salah satu anggota keluarga adalah masalah bersama. Apakah keluargaku sanggup melakukan perutusan ini? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

(P. A. L. Tereng MSF)
Rumpun bambu – Mu-Sa-Fir

Baca Juga:  Siraman Rohani Katolik TVRI Kalsel, Sabtu 3 Juli 2021, pukul 15.00 WITA