Rabu, 29 Desember 2021
Hari kelima dalam Oktaf Natal

1Yoh. 2:3-11
Luk. 2:22-35

Saudara/i yang terkasih…
Fase hidup bersama dengan sesama diawali dengan perjumpaan dan perkenalan, sehingga orang mengatakan “tak kenal maka tak sayang; tak sayang maka tak cinta”.
Yohanes dalam suratnya mengajak kita untuk mengenal Allah. Dengan mengenal Allah kita mampu melaksanakan perintah-perintah-Nya. Dengan melaksanakan perintah-Nya, kita mampu tinggal dan hidup dalam terang kasih Allah. Sebab tindak mungkin, kita mengatakan mengenal Allah tetapi membenci atau dendam dengan sesama. Jika hal ini terjadi maka, kita tidak tinggal dan hidup dalam Allah serta tidak melihat dan mengalami keselamatan yang berasal dari Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Simeon adalah orang yang mengenal, tinggal dan hidup dalam Allah, maka atas dorongan Roh Kudus, ia datang ke Bait Allah untuk melihat, menyambut dan menatang kanak Yesus yang adalah pemenuhan janji keselamatan dan terang bagi bangsa-bangsa. Peristiwa ini membuat Simeon bersukacita dan meluapkan sukacitanya dalam kidung yang indah dan penuh kepasrahan yang total pada Allah. Dalam sukacita dan kepasrahannya, Simeon juga memberikan nasihat pada Maria Bunda Yesus agar siap sedia dan pasrah pada Allah karena “suatu pedang akan menembusi jiwanya”.

Saudara/i yang terkasih…
Sebagai orang Kristiani, kita telah mengenal Allah melalui Yesus Kristus Tuhan kita. Namun pertanyaannya adalah apakah kita melaksanakan perintah-perintah-Nya, tinggal dalam Allah dan hidup bersama-Nya? Jika ‘ya’ maka kita adalah orang-orang yang Bersukacita dan mampu menjadi terang bagi sesama. Jika ‘belum/tidak’, maka kita harus berusaha tinggal dan hidup dalam Allah agar kita mengalami sukacita seperti yang dialami Simeon. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Mengoreksi Diri Sendiri Terlebih Dahulu

(P. A. L. Tereng MSF)
Rintik hujan – Mu-Sa-Fir