‏‍Melengkapi Laporan Utama berkaitan dengan pelaksanaan pengajaran penerimaan Sakramen Inisiasi, maka hal yang paling penting dilihat adalah: apakah ada buku panduannya? Bahkan apakah pengajaran setelah menerima Sakramen Baptis dewasa ada panduannya?

Sr. Stefani Restituta, SFD Ketua Komisi KateketikSr. Stefani Restituta, SFD selaku Ketua Komisi Kateketik Bidang Pewartaan menjelaskan untuk kita dalam sebuah wawancara tertulis.

 

Sejak kapan Buku Panduan Sakramen Inisiasi yg dibuat Komkat/keuskupan diberlakukan?

Komisi Kateketik Keuskupan Banjarmasin telah menyusun Buku Panduan Penerimaan Sakramen Inisiasi (Sakramen Baptis Dewasa, Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi). Buku pendampingan tersebut diberlakukan atau digunakan secara Ad-experimentum sejak Peringatan Wajib Santo Benediktus, Banjarmasin, 11 Juli 2016.

Setelah Buku Panduan tersebut digunakan apakah memenuhi kebutuhan pengajar dan peserta?

Secara umum menurut kami sudah memenuhi kebutuhan bagi pengajar dan peserta. Disusun berdasarkan Silabus Sakramen Inisiasi yang digunakan secara umum (Silabus dari Keuskupan Agung Semarang). Dengan uraian jumlah pertemuan sebagai berikut:

Sakramen Baptis Dewasa : 35 Pertemuan
Sakramen Penguatan : 24 Pertemuan
Sakramen Ekaristi : 17 Pertemuan

Calon Komuni I didampingi orang tuanya dalam perayaan Penerimaan Paroki Kelayan, 6/6/21

Adapun metode pendampingan pembelajaran menggunakan 4 kata kunci dalam Visi Keuskupan Banjarmasin, yaitu: mengetahui, memahami, menghayati dan mewujudkan. Selain metodenya yang khas, alokasi waktu pertemuan dan pembagiannya sangat jelas, yakni: 90 menit, dengan uraian sebagai berikut bagian Pembuka: 10 menit, Mengetahui: 20 menit, Memahami: 30 menit, Menghayati: 10 menit, Mewujudkan: 15 menit, dan Penutup: 5 menit.

Jika dalam program kerja Komkat ditulis adanya evaluasi dan revisi buku panduan, hal apa yang perlu disempurnakan?

Setelah buku Panduan Penerimaan Sakramen Inisiasi digunakan secara Ad-experimentum mulai tahun 2016, ada masukan dan evaluasi dari para pengajar, khususnya bagi para pengajar yang tidak dari latar belakang ilmu Teologi atau Kateketik, atau yang kita kenal di Keuskupan Banjarmasin sebagai Katekis suka rela, juga termasuk para Penyuluh Agama Katolik yang mendapat honor dari Kemenag. Bagi mereka dianggap perlu untuk menambah pengetahuan dan penjelasan di bagian mengetahui dan memahami tentang Ajaran Iman supaya lebih mudah dipahami, seperti: kutipan dokumen gereja, diberi penjelasan atau catatan singkat yang dapat membantu para pengajar supaya dengan mudah dalam memberi penjelasan kepada para peserta, sehingga akhirnya para peserta dapat semakin mengetahui, memahami, menghayati dan mewujudkan imannya.

Baca Juga:  Sepuluh Pertanyaan Dasar Sinodalitas Gereja Lokal

Selain itu, diharapkan dengan semakin lengkapnya penjelasan tentang Ajaran Iman Katolik yang termuat dalam buku tersebut dapat menambah pengetahuan dan pemahaman para pengajar yang dengan penuh kesungguhan terlibat secara aktif dalam karya pewartaan iman di Keuskupan Banjarmasin.

Sakramen Baptis usia anak-anak

 

Dalam hal materi Mistagogi, apakah sudah dicantumkan juga dalam buku tersebut?

Materi Masa Mistagogi sudah termuat dalam buku tersebut, khususnya dalam pertemuan 31-35. Adapun materi persiapan penerimaan sakramen baptis dewasa ini, terdiri dari 35 pertemuan, dengan memperhatikan 4 (empat) masa dan 3 (tiga) tahap dalam pendampingan:

a. Masa Pra-Katekumenat untuk Para Simpatisan.

Tahap 1: Upacara Pelantikan menjadi katekumen atau simpatisan. Materi pertemuan 1 dan 2, bertujuan: menumbuhkan dan memantapkan motivasi menjadi katekumen.

b. Masa Katekumenat untuk Para Katekumen.

Tahap 2: Upacara pemilihan sebagai calon baptis. Materi pertemuan 3-21, bertujuan: menyadari iman, pokok-pokok iman Katolik dan mengajak mengalami hidup Kristiani.

c. Masa Persiapan Terakhir untuk para Calon Baptis yang Terpilih.

Tahap 3: Upacara Baptis. Materi pertemuan 22-30, bertujuan: memberikan penyucian dan penerangan Roh Kudus pada katekumen dalam mempersiapkan diri untuk menerima sakramen baptis.

d. Masa Mistagogi atau Pendampingan Bina Lanjut. 

Materi pertemuan 31-35. dengan tujuan khususnya: memperdalam iman Baptisan baru agar semakin menghayati martabat kekristenannya secara mantap dan mewujudkannya dalam hidup menggereja.

Apa yg perlu mendapat perhatian bagi pastor paroki & tim sakramen inisiasi?

1. Menggunakan buku panduan sebagai buku utama dalam pendampingan persiapan penerimaan Sakraman Inisiasi (Sakramen Baptis Dewasa, Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi).

2. Bagi tim pengajar Sakramen Inisiasi, dalam menggunakan peneriman sakramen inisiasi mohon terlebih dahulu mempelajari catatan untuk pendamping yang telah termuat dalam buku tersebut.

Baca Juga:  Iman Diuji dalam Perjalanan Misi

3. Dalam pelaksanaan penerimaan Sakramen Baptis Dewasa, setiap Paroki di Keuskupan Banjarmasin memperhatikan dan melaksanakan 4 (empat) masa dan 3 (tiga) tahap dalam pendampingan di atas.

4. Jika buku Tata Upacara Penerimaan Sakramen Inisiasi (Sakramen Baptis Dewasa, Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi) selesai disusun oleh Komisi Kateketik dan Komisi Liturgi selesai disusun, mohon para Pastor Paroki menggunakan buku tersebut. (Sr.Stefani, SFD)