(Wawan Hati dengan Maria Immaculata Kezia Martino)

Oleh: Antonius Kendro Nugroho (Komsos Paroki Landasan Ulin)

 

Maria Immaculata Kezia Martino

Delegatus Kitab Suci Keuskupan Banjarmasin memiliki sebuah program yang menarik dengan mengajak seluruh umat melaksanakan kegiatan Paripurna Kitab Suci selama 312 hari. Sejak kegiatan tersebut dilaksanakan, animo umat cukup baik dalam mengikuti kegiatan yang dikoordinir RD. Antonius Bambang Doso Susanto. Kegiatan yang dilaksanakan melalui media Zoom Meeting setiap hari pukul 21.30 WITA dan dapat disaksikan di kanal (channel) Youtube Warta Keban – Keuskupan Banjarmasin mampu merangkul semua kalangan umat untuk terlibat aktif, baik umat yang berada di Keuskupan Banjarmasin maupun mereka yang berada di luar Keuskupan Banjarmasin.

Melalui kegiatan ini, umat diajak untuk lebih mengenal isi Kitab Suci dengan membaca mulai dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Wahyu. Melalui kegiatan ini juga umat Katolik diajak untuk semakin memahami Kitab Suci secara utuh dari awal hingga akhir, yang dibacakan secara bergiliran oleh keluarga maupun komunitas-komunitas yang telah dijadwalkan oleh tim Pewartaan Keuskupan Banjarmasin.

Dari kegiatan Paripurna Kitab Suci 312 Hari ini ada sesuatu yang menarik, yaitu hadirnya semua kelompok umur yang terlibat setiap hari mengikuti kegiatan ini, ada bapak, ibu, orang muda, bahkan anak-anak, yang mengikuti kegiatan ini mulai hari pertama sampai hari ke-82 (saat tulisan ini dibuat). Mereka setia mengikuti kegiatan Paripurna Kitab Suci.

Salah seorang remaja yang setia hadir dan mengikuti kegiatan ini bernama Maria Immaculata Kezia Martino. Pada suatu kesempatan tim Komsos Paroki Landasan Ulin bisa mewawancarai adik Kezia, sapaan akrabnya untuk menggali apa saja yang menjadi dasar atau motivasi dari adik kita ini dalam mengikuti kegiatan Paripurna Kitab Suci tersebut.

Halo Kezia, bisakah perkenalkan diri terlebih dahulu nama, umur, sekolah, dan hobi?

Nama saya Maria Immaculata Kezia Martino. Saya berusia 14 tahun. Saat ini saya bersekolah di SMP Sanjaya, Banjarbaru, kelas IX. Saya memiliki hobi menggambar, membaca, dan bermain game.

Bisa ceritakan sejak kapan Kezia mulai gemar membaca Kitab Suci dan bagaimana keluarga Kezia menumbuhkan semangat membaca Kitab Suci dalam diri Kezia?

Kezia bersama keluarga

Saat kelas 2 SD, saya pernah dibelikan oleh ayah dan bunda sebuah Alkitab khusus untuk anak-anak. Nama bukunya Alkitabku. Buku itu saya baca hanya dalam beberapa hari. Bukunya sangat menarik dan penyajiannya juga sangat sesuai dengan umur Kezia saat itu. Saat membaca buku tersebut, saya berusaha tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mencoba mengingat alur dari bacaan Kitab Suci anak-anak tersebut. Bahkan, saya mencoba mengingat para tokoh yang ada dalam Kitab Suci. Dari buku itu saya jadi sangat suka membaca buku yang mengandung sejarah, dan saya sangat senang untuk menghafalnya.

Baca Juga:  Jejak Takhta Suci Tawarkan Rekonsiliasi Israel – Palestina

Selain itu, saya juga pernah membeli sebuah komik Alkitab. Dari membaca Alkitab khusus anak-anak dan komik Kitab Suci tersebut saya mulai tertarik dengan Kitab Suci. Di keluarga saya juga ada sebuah ”tradisi” membaca. Sejak SD saya diberikan keleluasaan untuk memilih buku bacaan saat berkunjung ke toko buku setiap bulan. Saya selalu memilih buku yang sesuai minat dan keinginan. Pada waktu itu, saya tidak hanya mencari komik, tetapi juga mencari buku bacaan rohani, seperti buku cerita tentang orang-orang kudus.

Bisakah Kezia ceritakan bagaimana Kezia tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan Paripurna Kitab Suci?

Sebelum adanya kegiatan Paripurna Kitab Suci via Zoom Meeting, sejak sebelum pandemi, saya selalu membawa Kitab Suci Deuterokanonika ke sekolah dan menyempatkan membacanya di waktu luang. Bunda saya sempat bertanya kenapa setiap hari selalu membawa Kitab Suci yang cukup berat di tas sekolah, dan saya jelaskan bahwa saya selalu meluangkan waktu untuk membaca beberapa ayat ataupun beberapa perikop Kitab Suci di sekolah. Saya merasa lebih nyaman membaca Kitab Suci di sela waktu pelajaran sekolah atau di waktu istirahat sekolah. Setiap selesai membaca di sekolah, saya selalu mengisi atau memberi tanda pada buku Panduan Paripurna Membaca Kitab Suci 312 Hari yang diterbitkan oleh tim Delegatus Kitab Suci Keuskupan Banjarmasin (KeBan) dan dibelikan orang tua saya.

Kezia mencapai paripurna pertama membaca Kitab Suci saat KeBan mengadakan kegiatan paripurna membaca Kitab Suci beberapa tahun lalu. Jadi, bukan saat SMP, melainkan saat masih SD. Saya terdorong untuk kembali mengikuti kegiatan paripurna membaca Kitab Suci karena ingin mengetahui lebih lengkap tentang Kitab Suci. Bagi saya, kegiatan paripurna yang sekarang ini adalah yang kedua kalinya.

Baca Juga:  Misa Harian Jumat Pekan Biasa XI, 18 Juni 2021

Pada saat orang tua saya menginfokan bahwa akan ada kegiatan Paripurna Kitab Suci yang diadakan oleh tim Delegatus Kitab Suci Keuskupan Banjarmasin, saya sangat bersemangat untuk kembali melanjutkan kegiatan saya sebelum pandemi. Saya ingin membaca Kitab Suci sampai paripurna bersama keluarga saya dan umat Keuskupan Banjarmasin melalui Zoom Meeting.

Kezia mengikuti kegiatan Paripurna Membaca Kitab Suci dalam 312 Hari melalui Zoom Meeting

Bagaimana dukungan orang tua sehingga Kezia bisa menyukai Kitab Suci dan mengikuti kegiatan paripurna membaca Kitab Suci?

Keluarga sangat mendukung saya sejak SD. Orang tua selalu memberi keleluasaan kepada saya untuk membeli buku-buku rohani. Selain itu, mereka juga mengizinkan saya untuk menyaksikan kanal atau tontonan di Youtube ataupun media sosial lain yang bertemakan Kitab Suci, misalnya Superbook, Fakta Alkitab, dan KATKIT channel RD. Istimoer Bayu Ajie. Itu semua menjadi bahan referensi saya untuk lebih memahami Kitab Suci. Selama pandemi ini, saya mengikuti kanal Youtube tersebut karena dalam kanal tersebut banyak diulas berbagai pertanyaan rohani yang berkaitan dengan Kitab Suci. Sungguh tayangan seperti itu sangat meneguhkan iman saya dan semakin membuat saya lebih ingin memahami Kitab Suci.

Kendala atau hambatan apa saja yang Kezia temukan saat mengikuti Paripurna Kitab Suci?

Kendala yang Kezia rasakan waktu mengikuti kegiatan Paripurna Kitab Suci adalah dari sisi peserta yang membacakan bacaannya. Kadang ada beberapa petugas yang membaca tidak mempersiapkan diri dengan baik, sehingga saat diberi tugas kadang-kadang terkendala cara membacanya. Ada peserta yang membaca terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga peserta yang mendengarkan seperti saya agak sulit meresapi bacaan Kitab Suci yang dibawakan.

Selain itu, setelah beberapa hari mengikuti kegiatan ini, saya kadang menemukan beberapa pertanyaan dari isi bacaan Kitab Suci yang dibacakan yang sampai saat ini saya belum mendapatkan jawabannya. Semoga ke depannya ada sesi tanya jawab juga untuk lebih memperdalam materi bacaan. Maklum saya masih muda, jadi perlu bertanya dengan istilah-istilah di Kitab Suci maupun alur isi bacaan Kitab Suci. Misalnya, kenapa Samuel yang berasal dari suku Efraim bisa menjadi seorang imam, padahal Allah pernah menyebutkan bahwa yang berhak menjadi seorang imam adalah dari suku Lewi.

Baca Juga:  Jalan Sehat Satukan Umat Paroki Veteran Banjarmasin

Bisakah Kezia memberikan tips kepada kita semua, khususnya anak-anak agar bisa menggemari Kitab Suci dan teristimewa mengikuti kegiatan Paripurna Kitab Suci?

Kadang sikap malas dan bosan acapkali datang untuk membaca Kitab Suci, khususnya dalam mengikuti kegiatan Paripurna Kitab Suci ini. Perasaan tersebut kerap timbul di diri saya, tetapi kita harus bisa mencari solusi untuk menghilangkan perasaan tersebut serta berusaha disiplin mengikutinya. Misalnya saja, saat tidak bisa mengikuti Paripurna Kitab Suci lewat Zoom Meeting, kita tetap bisa membaca dengan menyaksikan kembali rekaman bacaannya di kanal Youtube Warta Keban, sehingga kita tidak ketinggalan dalam melanjutkan bacaan Paripurna Kitab Suci. Memang ayah dan bunda saya tidak memaksa saya untuk setiap hari mengikuti kegiatan tersebut lewat Zoom Meeting, tetapi mereka selalu mengingatkan saya untuk membaca Kitab Suci di waktu luang.

Apa harapan dan impian Kezia dengan mengikuti kegiatan Paripurna Kitab Suci ini?

Dengan adanya kegiatan Paripurna Kitab Suci ini, saya berharap bisa lebih banyak memahami isi Kitab Suci secara menyeluruh dari awal hingga akhir, baik dari alur isi bacaannya yang memiliki nilai sejarah maupun dari segi iman. Impian besar saya ke depan adalah bisa menjadi animator (seorang seniman yang bisa membuat cerita bergambar) untuk membuat sebuah buku cerita bergambar dengan isi ceritanya dari bacaan Kitab Suci. Saya ingin semakin banyak anak-anak yang gemar membaca Kitab Suci melalui sebuah animasi cerita bergambar karena saya melihat saat ini masih kurang buku-buku cerita bergambar yang menampilkan bacaan dari Kitab Suci.

Dan jika memungkinkan, saya ingin sekali bisa membuat video animasi di kanal Youtube dengan bersumber dari Kitab Suci, karena saya juga merasa masih kurang konten-konten animasi untuk anak-anak yang bertemakan atau bersumber dari Kitab Suci dengan bahasa Indonesia. Semoga ke depannya saya bisa mewujudkan impian saya tersebut dengan terlebih dahulu memahami keseluruhan bacaan dari Kitab Suci. Harapan saya, banyak anak-anak lebih mengenal dan mencintai Kitab Suci sehingga semakin memahami kabar sukacita Injil.