oleh: RP. Ambrosius, MSF

Rabu, 22 Desember 2021
PEKAN ADVEN IV

1 Sam. 1:24-28
Luk. 1:46-56

Saudara/i yang terkasih…
Setiap orang pasti pernah menerima dan memberi sesuatu, entah harta benda maupun kasih sayang. Menerima dan memberi kembali adalah bentuk syukur dari manusia atas anugerah yang diterima dari Allah.
Hana dalam bacaan pertama hari ini telah menerima anugerah besar dalam hidupnya karena kasih Allah kepadanya. Anugerah yang ia terima, diberikan kembali kepada Allah dengan penuh syukur dan tulus. Dengan memberi kembali anak yang ia terima dari Allah, Hana ingin agar anaknya tinggal di hadirat Allah dan kelak menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah. Namun Hana juga menegaskan bahwa “seumur hidup terserahlah ia kepada Tuhan”.

Saudara/i yang terkasih…
Seperti Hana, Maria juga menerima anugerah kasih terbesar baginya dan bagi dunia. Maka dengan penuh syukur Maria memuji keagungan kasih dan kebesaran-Nya melalui kidung “Magnificat”. Dalam kerendahan hatinya, Maria memuji Allah. Dia mau menunjukkan kepada dunia bahwa kasih Allah adalah kasih yang Abadi dan terbesar bagi orang-orang yang senantiasa mengandalkan-Nya.

Saudara/i yang terkasih…
Sebagai orang Kristiani, kita pun menerima anugerah dan berkat berlimpah-limpah dari Allah. Namun, apakah kita juga memberi kembali kepada Allah apa yang telah kita terima dari-Nya? Berbagi dengan sesama adalah wujud syukur atas anugerah yang kita terima dari Allah. Dengan memberi, kita mengalami sukacita. Marilah memberi kembali apa yang terima dari Allah dengan rasa syukur yang berlimpah. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

(P. A. L. Tereng MSF)
Indahnya memberi – Mu-Sa-Fir

Baca Juga:  Najis Bibir dan Bibir Berkat