Gereja Semesta menuju perkembangan yang luar biasa. Keterbukaan, mendengarkan dan melihat banyak situasi yang dihadapi Gereja dalam perjalanan ziarah di dunia memberi arti Sinode yang dikembangkan. Sinode adalah berjalan bersama. Paus Fransiskus berkata,”Gereja Sinode adalah Gereja yang mendengarkan.” Oleh karena itu pembaharuan dalam Gereja Katolik, yang telah berjalan sejak Konsil Vatikan II terus menguat menyesuaikan zaman dan membuat peran Gereja tetap menyuarakan suara kenabian.

Sinode para Uskup adalah  himpunan para Uskup yang dipilih dari pelbagai kawasan dunia yang pada waktu-waktu yang ditetapkan berkumpul untuk membina hubungan erat antara Paus dengan para Uskup, dan untuk membantu Paus dengan nasihat-nasihat guna memelihara keutuhan dan perkembangan iman serta moral, guna menjaga dan meneguhkan disipln gerejawi, dan juga mempertimbangkan masalah-masalah yang menyangkut karya Gereja di dunia. (Kan.342)

Paus Paulus VI telah membuat organisasi baku untuk mengatur Sinode para Uskup. Sejak Tahun 1967 telah mengdakan sebanyak 18 kali sinode (William Clark,SJ, 2021). Paus Fransiskus menunjukkan perhatiannya kepada sinode para Uskup ini. Sinode Biasa XVI Para Uskup, yang saat ini didahului dengan kegatan Pra Sinodal di tingkat Gereja Lokal (Keuskupan), rencananya akan dilaksanakan pada Oktober 2023. Tidak main-main bahwa Sinode tersebutmemerlukan persiapan selama dua tahun penuh.

Paus Fransiskus mengajak seluruh potensi Gereja dengan memanggil Gereja menciptakan kesempatan untuk mendengarkan dan berdialog di tingkat lokal melalui sinode ini. Gereja menemukan kembali sifat sinodal, berjalan bersama dalam terang Roh Kudus, belajar bersama dengan rendah hati bagaimana Allah memanggil kita menjadi Gereja pada Millenium ketiga ini.

Paus Fransiskus dan Logo Sinode para Uskup 2023 (gambar: catholicworldreport.com)

 

Tema Sinode

Baca Juga:  Reformasi Diri

Pada peringatan 50 tahun pendirian Sinode para Uskup, Oktber 2015,  Paus Fransiskus mengatakan,” Dunia tempat kita hidup, dan dimana kita dipanggil untuk mengasihi dan melayani, bahkan dengan segala kontradiksinya, menuntut agar Gereja memperkuat kerja sama di semua bidang misinya.” (Vademecum, 2021). Paus Fransiskus mengajak kita sekalian, semua orang yang sudah dibaptis, terlibat dalam perubahan gerejawi dan sosial yang sangat kita butuhkan.

Tepat sekali bahwa peneguhan ini menggarisbawahi  tema sinode:”Bagi sebuah Gereja Sinodal: Persekutuam, Partisipasi dan Misi.” Ketiga kata kunci ini merupakan tonggak pokok Gereja Sinodal (Sinode para Uskup,2021) yakni:

Persekutuan: Allah mengumpulkan kita bersama dalam satu iman, kasih dan kesatuan Trinitas. Semua umat memiliki peran dalam pelayanan sebagai panggilan Tuhan.

Partisipasi: Seluruh umat Allah dalam keragaman dipanggil untuk berdoa, mendengarkan, menganilisis, berdialog, menimbang-nimbang dan memberi usulan dalam membuat keputusan-keputusan pastoral yang sesuai dengan kehendak Allah. Kita harus memastikan peran serta mereka yang terpinggirkan dan dikucilkan.

Misi: Proses sinodal ini memiliki dimensi misioner yang mendalam agar Gereja mampu memberikan kesaksian yang lebih baik tentang Kabar Baik (Injil), sebagai ragi yang siap mewujudkan datangnya Kerajaan Allah.

Mengingat pentingnya ajakan Paus Fransiskus untuk berjalan bersama dalam proses sinodal, maka Bapak Uskup Petrus Boddeng Timang mengajak kita semua untuk terlibat dan mengajak untuk mendoakan jalannya Sinode ini berbuah berlimpah bagi Gereja dan keluarga umat manusia.