Renungan oleh RP. Ambrosius, MSF.

Jumat, 10 September 2021

PEKAN BIASA XXIII

Pembukaan Novena Maria la Salette

1Tim. 1:1-2.12-14

Luk. 6:39-42

 

Saudara/i yang terkasih…

Setiap orang pasti pernah melakukan kebaikan ataupun kesalahan. Namun kadang, manusia lebih melihat kesalahan, keburukan dan kejahatan orang lain ketimbang melihat dan mengoreksi diri sendiri. Kenyataan inilah yang dikritik oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus bertanya : “Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?” Dia bahkan menegaskan : “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu”.

Cap munafik yang diberikan Yesus pada orang-orang Farisi dan ahli Taurat juga menjadi cap bagi kita karena kadang kita menyembunyikan kekurangan, kelemahan, kejahatan dan dosa kita dengan menceritakan dosa, kelemahan, kekurangan dan kejahatab orang lain. Kita lupa bahwa kita pun manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dosa.

Saudara/i yang terkasih…

Rasul Paulus adalah pribadi yang rendah hati. Ia dengan terbuka melihat diri sendiri dan dengan jujur mengakui bahwa dahulu dia adalah penghujat dan penganiaya yang jahat, tetapi kini ia dikasihani oleh Allah; bahkan ia dilimpahi kasih karunia oleh Allah.

Pengakuan Rasul Paulus ini harus juga menjadi pengakuan kita masing-masing karena dengan jujur melihat diri dan mengakuinya maka kita adalah pribadi yang merdeka dalam kasih Allah.

Saudara/i yang terkasih…

Hari ini, para misionaris Keluarga Kudus (MSF) bersama Sahabat MSF dan umat mengawali Novena Bunda Maria la Salette dalam rangka menyongsong Pesta Bunda Maria la Salette pada tgl 19 September yang akan datang. Novena hari pertama ini dengan tema “Datanglah anak-anak-Ku”. Tema ini bersumber dari ajakan Bunda Maria kepada Maximin dan Melani dua gembala kecil untuk datang padanya tanpa takut. Ajakan Bunda Maria ini juga ditujukan pada kita agar kita datang kepadanya dan datang pada Allah dan dengan rendah hati mengakui dosa dan kelemahan kita.

Baca Juga:  Apa Alasanku untuk Bermegah?

Mampukah kita terlebih dahulu mengoreksi diri sendiri sebelum mengoreksi sesama?

Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

 

Gema Pujian – Mu-Sa-Fir