Paus Pius X (foto: id.wikipedia.org)

Renungan oleh RP. Ambrosius MSF

St. Pius X

Rut. 2:1-3.8-11;4:13-17

Mat. 23:1-12

 

Saudara/i yang terkasih…

Dalam dunia modern ini, kebanyakan orang berjuang untuk menjadi orang terpandang, memiliki jabatan dan berkuasa. Hal ini terjadi karena mereka ingin dilayani dan mau menggunakan kekuasaan untuk menindas dan mencari keuntungan serta demi dihormati oleh orang lain.

Realita ini berbanding terbalik dengan apa yang ditawarkan dan diajarkan oleh Yesus yang mengajarkan bahwa “siapa pun yang terbesar di antaramu hendaklah ia menjadi pelayanmu”.

Berpedoman pada Sabda Yesus ini, dapat dikatakan bahwa seorang pemimpin harus menyadari bahwa ia adalah seorang pelayan maka ia harus melayani dengan rendah hati karena “barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”.

Saudara/i yang terkasih…

St. Pius X adalah seorang pelayan yang rendah hati. Karena kerendahan hatinya, maka ia dipercayakan oleh Allah untuk menjadi paus dan memimpin Gereja. Tugas ini ia jalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab seperti Rut yang berjuang untuk memperoleh seorang penebus bagi Naomi dan dirinya.

Saudara/i yang terkasih…

Sebagai orang Kristiani, kita pun kadang menginginkan kekuasaan dan mau dilayani. Melalui sabda Tuhan hari ini, kita harusnya sadar bahwa sebagai manusia Kristiani, panggilan hidup kita adalah menjadi pelayan yang rendah hati bagi sesama. Sanggupkah melaksanakan tugas ini? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita.

Tuhan memberkati kita. Amin

 

  1. Gereja – Mu-Sa-Fir
Baca Juga:  Jadilah Pelaksana Sabda yang Taat pada Allah