Sambutan Pastor Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus, Veteran, Banjarmasin, RD. Yohanes Susilohadi pada Tahbisan Imam Diakon Yohanes Tjuandi, Tahbisan Diakon Frater Benny Fransiskus, CICM dan Fr. Klemens Bhajo, CICM serta Perayaan 25 Tahun Imamat RD. Simon Edy Kabul T.S, RD. Antonius Budi Wihandono, RP. Yusuf Suharyoso, SJ

Suatu kehormatan dan karunia besar bagi Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus, Veteran karena dipercaya oleh Bapak Uskup Mgr. Petrus Boddeng Timang sebagai tempat pelaksanaan pentahbisan Imamat bagi Diakon Yohanes Tjuandi,  ulang tahun ke-25 atau pesta perak imamat bagi tiga imam, yakni RD. Antonius Budi Wihandono, RD. Simon Edy Kabul Teguh Santoso, dan RP. Yusuf Suharyoso, SJ, serta Tahbisan Diakon Frater Klemens Bhajo, CICM dan Frater Beny Fransiskus, CICM.

Rahmat tahbisan imamat yang diterima dari Allah merupakan martabat istimewa yang dibutuhkan Gereja demi menjalankan imamat kerasulannya. Dalam Doa Tahbisan yang diucapkan Uskup, ditandaskan; “Kami memohon ya Tuhan yang Mahakuasa, berikanlah kepada hamba-hamba-Mu ini martabat imamat. Perbaharuilah dalam dirinya Roh Kesucian. Semoga sangguplah mereka memangku beban martabat imamat dalam tingkatan kedua yang diterimanya dari-Mu ya Allah, serta mendukungnya dengan teladan dan kebijaksanaan hidup

Dengan rahmat tahbisan imamat ini, maka imam diangkat untuk mengabdikan hidupnya sebagai citra Kristus. Gereja menyatakan ini dengan berkata bahwa seorang imam, berkat rahmat tahbisan, bertindak “atas nama Kristus, Kepala” [in persona Christi capitis]. Menjadi konfigurasi Kristus selaku Kepala Gereja dan Imam Agung, serta menganugerahkan baginya kuasa, sebagai asisten uskup setempat, untuk merayakan sakramen-sakramen dan kegiatan-kegiatan liturgis lainnya, teristimewa Ekaristi.

Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus, Veteran tentu saja menyambut dengan sukacita penyelenggaraan peristiwa penuh rahmat ini, meskipun kami tahu bahwa ini bukanlah tugas yang ringan. Kami percaya bahwa Tuhan akan membimbing melalui banyak orang yang terlibat dalam kehidupan Gereja.

Baca Juga:  Selamat Berkarya di Ladang Tuhan

Sebenarnya momen tahbisan imam menjadi kesempatan untuk menganimasi seluruh umat akan pentingnya hidup sebagai seorang imam demi kebutuhan kerasulan Gereja Lokal, dan juga karya evangelisasi Gereja Universal. Begitu penting dan mendesaknya pewartaan Injil dewasa ini. Sekaligus juga momen tahbisan adalah kesempatan yang baik untuk animasi panggilan bagi anak-anak remaja kita dengan hadir langsung di dalam perayaan tahbisan dan melakukan berbagai aktivitas lainnya.

Sayang sekali, pembatasan karena pandemi Covid-19 ini mengakibatkan umat tidak bisa hadir secara langsung dalam perayaan yang agung ini. Selain itu, karena perayaan ini dilaksanakan di tengah-tengah suasana pandemi Covid 19, maka acara tahbisan ini diselenggarakan dengan sangat hati-hati dan sederhana tanpa mengurangi hakikat tahbisan itu sendiri.

Kami bersyukur kepada Tuhan yang telah membimbing panitia membukakan jalan dari setiap masalah yang dihadapi, sehingga akhirnya tahbisan dapat berlangsung dengan lancar. Untuk Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus, Veteran, kali ini adalah tahbisan kedua yang dilangsungkan di Paroki Veteran. Yang pertama dilaksanakan pada 22 November 2007 saat tahbisan Pater Yohanes Kopong Tuan untuk Kongregasi Para Misionaris Keluarga Kudus (MSF).

Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh panitia yang tentunya telah bekerja keras untuk kelancaran upacara. Semoga dengan perayaan tahbisan ini semakin banyak kaum muda yang termotivasi untuk memberikan diri dan menggapai panggilan Tuhan demi pelayanan di dalam Gereja.

Kepada imam baru, selamat atas Rahmat Tahbisan suci ini. Selamat menjalani tugas perutusan di mana pun anda diutus. Bagi ketiga Imam yang merayakan 25 tahun tahbisannya, tentu 25 tahun yang sudah dijalani itu bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah panggilan dalam mengabdi menjadi pelayan umat. Dalam kurun waktu itu pasti banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi, maka sudah sepantasnya untuk dirayakan. Kami pun berharap agar dua Frater CICM yang ditahbiskan sebagai Diakon tetap bertekun dan lancar dalam panggilan menuju jenjang Imamat.

Baca Juga:  Gereja Inklusif Keuskupan Banjarmasin: “Kami Mendatangi Mereka dalam Persaudaraan”

Bagi umat Katolik, diharapkan tetap selalu mendukung pengabdian yang telah dilaksanakan oleh para Imam ini, dan kita juga berharap kepada para pastor yang baru, yang belum 25 tahun agar patut menjadi contoh keteladanan.

 

Tuhan selalu memberkati kita semua.

R.D. Yohanes Susilohadi