Sharing Perjalanan Karya ALMA di Stasi Mandam oleh Sr.Mariance Io, ALMA

Sr. Mariance Io, ALMA

Perutusan awal kami, Suster-Suster ALMA, di Stasi Mandam merupakan suatu perjuangan pastoral untuk melihat kenyataan dan menjawab kebutuhan umat. Pada tahun 2012, atas ijin dan dukungan dari Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang serta Pastor Paroki Santo Vincentius a Paulo, Batulicin saat itu, RP. Antonius Wahyuliana, CM. kami, Suster-Suster ALMA yang terdiri dari Sr. Katarina Harti, ALMA, Sr. Rinche, ALMA, Sr. Mariance, ALMA. (Sr. Rinche dan saya datang lebih dulu satu bulan) ditugaskan untuk menjalankan Pastoral dan Misi Umat khususnya di Stasi Mandam.

Saat tiba di Mandam, Sr. Rinche dan saya mengalami kebimbangan, karena kami belum disiapkan rumah untuk ditempati. Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di rumah misi yang letaknya di Malangkaian. Saat itu terbersit dalam benak kami untuk pulang kembali ke Malang karena kenyataan yang kami hadapi jauh dari apa yang dibayangkan dan diharapkan.

Di tengah kebimbangan yang dirasakan, Suster Rinche, Suster Harti dan saya tetap berkunjung untuk menyapa warga sekitar. Dalam kunjungan tersebut, warga bercerita bahwa ada beberapa umat Katolik yang dibaptis pada tahun 1986 dan saat itu tidak ada lagi yang ke gereja dengan berbagai alasan seperti kawin campur, kesibukan pekerjaan dan lain-lain. Cerita itu menggerakkan kami untuk memikirkan apa yang perlu dilakukan agar umat Allah yang masih tersisa bisa kembali ke Gereja. Maka langkah awal yang dijalankan adalah kunjungan keluarga sekaligus perkenalan, sharing atau ngobrol dan pada akhirnya, menemukan beberapa katekumen yang belum pernah mendapatkan pembinaan.

Kemudian Suster-Suster ALMA mulai membuat jadwal pembinaan untuk anak-anak dan orang dewasa. Buah dari pembinaan itu adalah pembaptisan 16 orang pada Malam Natal 2012. Selain itu, sedikit demi sedikit umat Malangkaian yang sejak tahun 1986 tidak pergi ke gereja, kini mereka mau meluangkan waktu untuk ikut Ibadat atau Ekaristi pada hari Minggu.

Baca Juga:  Kebaikan Allah melalui Ayam Bertelur di dalam Gereja

Melihat antusiasme umat, Suster-Suster ALMA bersama Pastor Gros, CM membuat program misi umat di Stasi Mandam selama tiga bulan, Langkah-langkah yang dilakukan adalah mendata dan melakukan sensus umat untuk mengetahui jumlah KK, jumlah jiwa, masalah-masalah dan kebutuhan-kebutuhan umat dalam hal penerimaan sakramen-sakramen serta memberikan katekese kepada umat.

Pada Malam Paskah 2013 ada 5 KK yang terdiri dari 17 orang dibaptis. Dengan bertambahnya jumlah umat dan wilayah pelayanan, kebimbangan yang awalnya dirasakan oleh Suster-Suster ALMA sirna karena kami menyadari bahwa umat membutuhkan tenaga pastoral yang setia, tekun, bersedia mendengarkan, memiliki komitmen, dan merasakan apa yang dirasakan oleh umat bukan dengan kata-kata melainkan dengan sebuah tindakan nyata.

Dengan medan yang cukup berat dan keterbatasan yang kami miliki, kami terus berjuang bersama para pastor yang berkarya di wilayah pelayanan Mandam untuk memberikan pelayanan ibadat di stasi-stasi serta katekese umat, dan ternyata umat berani saling membagikan pengalaman imannya sampai  pada  saat ini kami masih tetap melaksanan karya pastoral yang bermanfaat dan tentunya demi perkembangan iman umat. **