oleh: RP. Ambrosius, MSF

Jumat, 07 Januari 2021
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan

1Yoh. 5:5-13
Luk. 5:12-16

‘Menangislah dalam deritamu, tapi tetapkan hatimu untuk berharap pada Tuhan karena Dia mendengarkan doa orang yang menderita’

Saudara/i yang terkasih…
Sejak kecil orang tuaku selalu mengajarkan dan mengingatkan saya untuk selalu mengatakan ‘tolong’ ketika meminta bantuan dari sesama. Bahkan orang tuaku juga menunjukkan teladan ini dengan mengatakan kata ‘tolong’ ketika meminta saya atau kedua kakak saya untuk mengerjakan sesuatu. Alasan seseorang meminta tolong kepada kita karena ia percaya dan yakin bahwa kita bisa mengerjakannya dan bisa menolongnya.
Dalam bacaan Injil hari ini, si kusta dengan penuh keyakinan dan iman memohon pertolongan dari Yesus. “Tuan, jika tuan mau tuan dapat mentahirkan aku”, merupakan bentuk permohonan yang tulus. Si kusta tidak memaksakan kehendaknya kepada Yesus tetapi dia dengan rendah hati meminta tolong kepada Yesus untuk menyembuhkannya. Karena iman dan kerendahan hatinya maka Yesus mau menyembuhkan dia. Iman dari si kusta menegaskan apa yang dituliskan oleh Rasul Yohanes dalam suratnya, “barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup”, karena dalam Yesus Anak Allah semua orang selamat dan memperoleh kehidupan.

Saudara/i yang terkasih…
Dalam dunia dewasa ini, perlahan namun pasti orang tidak lagi memiliki kerendahan hati untuk meminta tolong baik kepada Tuhan maupun kepada sesama karena manusia zaman ini lebih mengandalkan kekuatan sendiri. Karena hal inilah maka kadang kehendak pribadi dipaksakan pada sesama sehingga terjadi pertengkaran, permusuhan, perang bahkan saling membunuh. Manusia juga kadang memaksakan kehendaknya kepada Tuhan sehingga mata hatinya buta terhadap kehendak Tuhan. Apakah saya juga kadang melakukan hal ini?

Baca Juga:  L D T J : Cara Wartakan Kristus

Saudara/i yang terkasih…
Marilah dengan penuh iman kita percaya pada Yesus Anak Allah sehingga kita memiliki hidup kekal. Belajarlah untuk rendah hati memohon pertolongan Tuhan agar kuat dalam menghadapi tantangan dan penderitaan hidup. Selain itu, kita juga harus rendah hati memohon pertolongan sesama ketika kita mengalami kesulitan. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

(P. A. L. Tereng MSF)
Janji Tuhan – Mu-Sa-Fir