Pater Aba, MSCKaum muda harus mengetahui sejarah Kekatolikan supaya mereka tahu apa yang mereka imani dan mendapatkan pijakan kuat akan imannya. Pater Aba, MSC memberikan yang gamblang dalam Seminar Kekatolikan untuk Kaum Muda Paroki St.Yosep Suriyan. Inilah beberapa inti sari yang bisa kita petik:

Perkembangan Gereja pada awalnya  banyak mengalami  hambatan, pemerintah Kekaisaran Roma menganggap kekristenan banyak bertentangan dengan tradisi pemerintahan. Misalnya kaum Kristen menolak tradisi menyembah kaisar dalam konteks menuhankan. Di sisi lain para pembenci kekristenan banyak membuat pernyataan kontradiktif tentang tradisi Kristen : anggapan Kristen itu atheis / tidak bertuhan,  dianggap penyembah patung, dianggap anti sosial karena tidak mau ikut menyembah berhala, melakukan praktik kanibalisme dalam peristiwa Perayaan Ekaristi. Pelarangan praktik-praktik menjalankan keimanan kristiani kemudian menciptakan suasana peribadatan yang sembunyi-sembunyi atau lalu muncul gerakan bawah tanah.  Puncak eksistensi kekristenan muncul pada tahun 300 M, pada saat terbangunnya bangunan Gereja St Yohanes Lateran (Basilika St Yohanes lateran).

Kaum muda Paroki Suriyan berproses dalam seminar tentang kekatolikan

Dalam perjalanan sejarah sampai dengan dunia modern saat ini, masih terjadi pelarangan perayaan  Ekaristi bagi kaum Kristiani secara online di negara Cina. Negara komunis tersebut melarang umat Kristiani menggunakan sarana internet untuk peribadatan dan pengunggahan hal-hal yang berbau keagamaan. Dalam hal ini kita sebagai warga negara Indonesia patut bersyukur karena masih bisa menjalankan Perayaan Ekaristi baik secara online maupun tatap muka langsung (luring).

Meneladani para Martir

Penyerahan diri total para martir kepada Yesus Kristus menjadi penyubur berkembangnya kekristenan

Sepanjang berkembangnya kekristenan banyak martir yang rela mengurbankan dirinya demi membela iman. Teladan yang dapat diambil dari sikap para martir dan umat Kristiani yang teraniaya antara lain :

Baca Juga:  Yubelium 50th MSC Indonesia: Mengenang-Merayakan-Membaharui

(1) Menghayati pengorbanan dan penderitaan karena iman adalah bagian dari merasakan penderitaan Kristus;

(2) Tidak boleh menyerah namun tidak membalas dengan keburukan;

(3) Fokus pada Yesus bukan fokus pada setan ;

(4) Tetaplah berjuang dan berbuah ;

(5) Tetaplah mengasihi sekalipun kita disakiti;

(6) Rutin berdoa untuk menimba kekuatan dari Tuhan.

Sebagai umat Kristiani kita harus memiliki kebanggaan. Kebanggaan sebagai pengikut Kristus adalah :

(1) memanggil Tuhan Allah dengan sebutan  Bapa, tidak ada umat agama lain di dunia yang memanggil tuhannya Bapa;

(2) Surga adalah rumah kita yang pasti , karena Yesus sendiri yang menyatakan, maka orang yang menolak Yesus sebagai Tuhan akan kesulitan masuk Surga. Karena di luar Yesus kita tidak akan selamat.

Yang Harus Dilakukan

Apakah yang harus kita lakukan sebagai umat Kristen , berbuatlah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Serta lakukanlah hal-hal berikut:

(1) Dekatkan diri pada Gereja melalui Perayaan Ekaristi;

(2) Ikutilah pelajaran Agama Katolik dengan serius;

(3) Biasakan selalu berdoa pribadi;

(4) Disiplinlah membaca Kitab Suci;

(5) Bergabunglah secara serius dalam kegiatan Gereja (PPA/OMK);

(6) Jangan sungkan untuk bertanya masalah tentang iman kepada pastor, bruder, atau suster.

Demikianlah paparan materi seminar yang diuraikan dan dijelaskan secara gamblang oleh Pater Aba MSC dan juga diselingi tanya jawab serta simulasi-simulasi peristiwa kontekstual dan menarik disimak peserta seminar.

Avatar photo

About Author /

Ketua Bidang Pelayanan DPP Paroki St.Yosep Suriyan, aktif menulis untuk kegiatan di paroki

Leave a Comment