Gereja Katolik Indonesia menetapkan bulan September sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. Pada bulan ini seluruh umat Katolik diajak untuk membaca dan mendalami Kitab Suci. Ajakan ini ditanggapi oleh umat di Paroki Santo Yusup dengan mengadakan Pendalaman Kitab Suci di berbagai kelompok. Berikut beberapa liputan Pendalaman Kitab Suci yang berhasil dihimpun oleh Komsos Paroki Kotabaru:

Orang Muda Katolik (OMK)

Pertemuan I Pendalaman Kitab Suci OMK Paroki Kotabaru

Sabtu (4/9/2021) – OMK Paroki St. Yusup Kotabaru menggelar Pertemuan I Pendalaman Kitab Suci – Bulan Kitab Suci Nasional 2021. Pertemuan yang diikuti oleh 15 OMK ini juga dihadiri oleh Pastor Paroki Kotabaru, RD. Ignatius Allparis Freeanggono. Dalam pertemuan yang mengangkat tema “Yesus, Sahabat bagi mereka yang putus asa” tersebut, para peserta mensharingkan bahwa kasih Allah kepada murid- muridnya sungguh nyata. Kasih Allah itu juga menjadi patokan hidup manusia di masa pandemi. Kasih-Nya juga memberikan dorongan dan kekuatan bagi Gereja untuk berbagi pada sesama yang terdampak Pandemi.

Pertemuan II Pendalaman Kitab Suci OMK Paroki Kotabaru

Sabtu (11/9/2021) – Pertemuan II Pendalaman Kitab Suci OMK Paroki Santo Yusup Kotabaru diikuti oleh  12 orang peserta. Melalui tema “Yesus, Sahabat bagi mereka yang kehilangan,” para peserta bercerita tentang pengalamannya ketika menghadapi situasi yang membuat mereka terpuruk bahkan kehilangan orang-orang terdekat. Penghayatan ini membuat mereka semakin tertarik untuk bangkit bersama Yesus. Setelah kegiatan ini selesai pendamping mengingatkan bahwa aksi rutin tetap harus berjalan seperti pertemuan sebelumnya.

 

Komunitas Petrus

Pendalaman Kitab Suci di Komunitas Petrus Paroki Kotabaru

Selasa (14/9/2021) – Pertemuan II Pendalaman Kitab Suci BKSN 2021 di Komunitas Petrus, Paroki Kotabaru dilaksanakan secara tatap muka di kediaman ketua Komunitas Santo Petrus, Ricardo. Pertemuan yang dihadiri oleh 7 peserta itu mengangkat tema “Yesus, sahabat bagi mereka yang kehilangan.”

Baca Juga:  Pesparani II Mulai Bergulir

Salah seorang anggota komunitas Petrus, Helminti, dalam sharingnya menyatakan bahwa kehadiran Tuhan di masa Pandemi seperti ini justru semakin menguatkan imannya. Sementara itu, Ricardo mengungkapkan, “Banyak sekali sanak saudara kita yang sudah berguguran akibat virus Covid19 ini. Maka kita perlu menerima Yesus sebagai sahabat bagi mereka yang kehilangan. Sedangkan kita sendiri harus bisa menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah diedukasikan oleh para pakar kesehatan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.” Lebih lanjut ketua komunitas Petrus ini berharap agar melalui Pendalaman Kitab Suci tersebut, iman umat semakin dikuatkan.

 

Gabungan Komunitas

Pertemuan Pendalaman Kitab Suci gabungan beberapa komunitas di Paroki Kotabaru berlangsung di Aula Pastoran. Sembilan peserta yang hadir saat ini mensharingkan pengalamannya menghadapi Pandemi.

“Pandemi Covid 19 membuat hidup terasa tidak ada harapan dan yang bisa kita lakukan adalah berpasrah pada Tuhan,” ungkap Tuti. Peserta lainnya, Domi menambahkan, “Di masa seperti ini kita menjadi semakin sulit membantu, terlebih membantu saudara-saudara kita terpapar.” Sedangkan Yordan, seorang penyintas Covid 19 mengungkapkan rasa syukurnya atas uluran tangan Tuhan saat isolasi karena terpapar Covid.

Pendalaman Iman gabungan beberapa komunitas di Paroki Kotabaru

( Agnes/A.Setyo Budi/Anna/Loren/Tyn Mbeo)