Perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta dan Syukur Pelepasan Farater Verly MSC

Minggu, 28 Mei 2023 pukul 17.00 WITA  – Gereja Santo Yosep Suriyan tumpah ruah oleh kedatangan umat dari seluruh penjuru paroki Suriyan. Pasalnya misa dilaksanakan hanya di pusat paroki. Sementara di gereja-gereja stasi jadwal pelayanan  ditiadakan. Selain perayaan Hari Raya Pentakosta. Misa juga diintensikan bagi Frater Verly yang telah menyelesaikan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) dan akan meninggalkan Suriyan pada hari Rabu, 31 Mei 2023.

Sebelum perayaan misa usai, setelah pengumuman gereja, ada acara sambutan-sambutan dari Ketua II DPP St Yosep Suriyan mewakili umat, Sambutan Romo Aba MSC sebagai Pastor Paroki, dan terakhir dari Frater Verly sendiri sebagai subyek yang akan meninggalkan paroki Suriyan untuk melanjutkan Pendidikan calon imam ke Manado.

Pada sambutan pertama , atas nama umat Bapak  Marsel Jelahu, Ketua II DPP St Yosep Suriyan menyampaikan dengan singkat dan padat bahwa umat Paroki sangat berterimakasih atas kehadiran Frater Verly di Suriyan. Seluruh kerja-kerja yang dilakukan Frater dinilai sangat membawa kemajuan bagi Paroki Suriyan. Frater sangat aktif melayani umat baik dalam memimpin liturgi, mendampingi OMK, PPA, dan mengajar Pendidikan Agama pada siswa SMP di Paroki Suriyan. Di penghujung sambutan Ketua II DPP,  menyampaikan permohonan maaf apabila selama di Suriyan umat paroki ada yang bersalah pada Frater.

Suasana Acara Ramah Tamah dan Makan Malam dengan Frater Verly MSC

Romo Aba MSC, pada sambutan berikutnya menyampaikan banyak hal tentang Frater Verly MSC. Dimulai dari pernah tersiarnya kabar bahwa ada seorang remaja yang menjadi calon imam MSC . Kabar itu di dengar di sebuah gereja saat Rm Aba MSC memimpin misa  Hari Raya Paskah . Di sebuah di gereja kampung halaman Fr. Verly. Meskipun ketika itu tidak berkesempatan melihat Verly remaja sang calon imam. Baru pada bulan Juni 2022 ternyata Rm. Aba dipertemukan di Paroki Suriiyan saat Verly sudah menjadi seorang Frater dan Rm Aba menjadi pastor paroki. Frater datang ke Suriyan untuk menjalankan tugas pastoral yang menjadi bagian dari proses pembinaan calon imam MSC.

Baca Juga:  Baptisan di Hulu Sampanahan: Buah Pendampingan Murid Sekolah

Lebih lanjut Rm  Aba menyampaikan bahwa Fr Verly adalah pribadi calon imam rendah hati. Orang muda yang selalu aktif. Tidak pernah berdiam diri. Seluruh tugas yang dibebankan kepada frater selalu saja dijalankan dengan baik. Hari-harinya selalu diisi dengan kegiatan yang positif. Mulai dari berdoa, misa, diskusi, mendampingi OMK, mendampingi PPA, memimpin ibadat di komonitas serta stasi, mengerjakan Taman Doa . Memasang lampu di lingkungan taman doa dan sekitar gereja yang sebelumnya dipesan di toko on line. Semua lampu tenaga surya dipesan dan dipasang dengan sempurna oleh Frater. Sehingga frater bisa saja mendapat gelar sebagai Menteri penerangannya Paroki suriyan.  Frater juga melayani umat yang akan memesan obat-obatan herbal di toko on line semisal teh daun  sukun.

Romo Aba pun juga menyampaikan bahwa Frater selama berada di Suriyan , kurang lebih 10 bulan tidak pernah sakit. Hanya batuk atau flu biasa. Tidak pernah sekalipun hingga berurusan dengan dokter.  Lalu dengan nada bercanda Romo  Aba berkata :” Berarti kita beruntung karena tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk berobat buat frater .”

Di ujung sambutan Rm Aba berpesan agar Frater tidak lagi bertanya apakah Tuhan memanggil saya. Tetapi sudah saatnya menyatakan inilah panggilan saya, dan saya siap untuk menanggapai panggilan Tuhan.

Dan menurut Rm Aba hal yang bisa dianggap gagal adalah tidak bisa membuat Frater gemuk badannya , karena selera makannya yang memang kurang. Dan Frater orangnya tidak bisa berdiam diri.

Sambutan terakhir oleh Frater Verly MSC. Bagi Frater, bertugas di Paroki Suriyan merasa beruntung. Karena ternyata jauh dari apa yang dibayangkan sebelum masuk Suriyan. Sebelumnya dari informasi yang didapatkan bahwa Suriyan berada di pegunungan dan di tengah hutan Kalimantan Selatan . tetapi tsesampai di Suriyan apa yang sebelumnya ditakutkan , faktanya adalah sebaliknya. Semua wilayah paroki Suriyan dapat dijangkau dengan mudah. Berbeda dengan teman-teman yang ditugaskan di wilayah Kalimantan Barat.

Baca Juga:  Misa Harian Jumat Pekan Biasa XVII, 30 Juli 2021

Frater mengungkapkan isi hatinya, bahwa dia sangat bangga dan bahagia bersama umat di Suriyan, Seluruh umat menerima dengan baik. Frater berterimakasih atas kesempatan yang diberikan dapat bersama-sama umat. Turut serta dalam pembinaan OMK. Mengajar siswa SMP Pendidikan Agama. Dan seluruh kegiatan yang ada. Frater juga menyatakan bahwa Paroki Suriyan akan terus berkembang menjadi paroki yang maju. Manajemen paroki yang baik, tata liturgi gereja yang sudah sangat up date sesuai dengan aturan yang terkini, sama seperti yang frater pelajari di bangku Pendidikan Seminari. Dalam banyak hal frater tinggal menyesuaikan diri dengan hal-hal yang ada di paroki suriyan karena memang sudah baik.

“Hanya satu hal yang harus saya sampaikan.” kata Frater sambal mengirup nafas dalam-dalam, kemudian melanjutkan kata-katanya :  “Pada saat memberikan bimbingan kepada OMK, PPA atau saat mendampingi pelajaran agama bagi siswa SMP seringkali saya harus marah dahulu baru anak-anak diam dan tertib, sementara dalam hidup saya, saya tidak biasa marah-marah di depan umum, saya lebih sering memendam rasa amarah saya. Hal ini terus terang membuat saya sangat tidak nyaman.” Ungkap Frater dengan sangat serius.

Kesan Frater dengan para Imam dari Paroki suriyan maupun tingkat dekenat Tanjung , dengan Bruder , dan  dengan para suster , bagi  frater yang seharusnya menjadi terkecil tetapi sangat merasa tidak menjadi bagian yang berada dititik yang paling rendah. Mereka semua menganggap farter sejajar dengan mereka. Hal ini meneguhkan frater sebagai pribadi yang sangat dihargai. Dan frater mengungkapkan bahwa mereka semua begitu luar biasa mewarnai kehidupan frater selama di Suriyan dengan memperkaya pengalaman yang sangat berguna bagi langkahnya ke depan.

Baca Juga:  Perayaan Pekan Suci di Paroki Suriyan

Di ujung sambutan , frater memohon maaf kepada siapa saja yang telah berjalan bersama dan merasa tidak nyaman atas tingkah laku dan tutur katanya agar bisa memafkan. Dan mohon doa untuk perjalanan berikutnya.

Setelah misa selesai seluruh umat diundang untuk acara  ramah tamah  dengan Frater Verly MSC di halaman belakang gereja. Di sebuah rauangan pendopo sudah disiapkan hidangan makan malam yang disusun secara rapi. Dan siap menjamu hingga 500 orang lebih.

Saat peramu saji bekerja dengan penuh cinta kasih. Band Paroki St Yosep  mengiringi vokalis yang menyanyikan tembang-tembang kenangan.

Tampilan OMK St Yosep Suriyan saat acara pelepasan Fr Verly MSC

Setelah umat terkumpul dan menduduki kursi yang telah disiapkan dengan tertib,  Ibu Yufina Hurint sebagai pembawa acara meminta kepada Br Willy MSC untuk memimpin doa makan. Usai doa  Frater Verly dipersilahkan untuk mengambil hidangan makan . Dilanjutkan oleh seluruh umat yang hadir membentuk barisan panjang yang mengular mengantri dengan tertib menuju meja makan,  mengambil makanan kemudian   duduk kembali di tempat duduk semula untuk menikmati hidangan makan malam.

Saat makan malam berlangsung, band paroki tetap mengiringi kelauarga yang menyumbangkan lagu, vokalis band, serta penampilan dari Putra Putri Altar.

Setelah makan malam , Frater berdiri di depan para umat yang hadir untuk mendapatkan ucapan selamat jalan dan menerima kenang-kenngan dari para umat, baik secara pribadi, perwakilan keluarga, perwakilan komonitas , dan perwakilan stasi-satasi.

Suasana khidmat, haru, dan bahagia bercampur menjadi satu.

“Selamat jalan Frater, semoga perjalanan berikutnya lancar dan selamat. Nanti suatu saat datang ke Suriyan sudah menjadi Pastor .” : kata beberapa umat saat menyalami Frater. Dan Frater dengan senyum manisnya menjawab : “Terimakasih , papa-mama, Amin. Mohon doanya ya! “

Saat bersalaman , umat , keluarga, komonitas, atau stasi diberikan kesempatan berphoto bersama.

Bagi umat yang berasal dari jauh , usai bersalaman dan berphoto bersama, langsung mohon diri meninggalkan acara. Sementara umat pusat paroki masih melanjtkan acara hiburan.

Frater Verly MSC (no. 2 dari kiri) diantar ke Banjarmasin untuk berpamitan dengan Bapa Uskup dan selanjutnya terbang ke Manado