Mandam, Ventimiglia.id – Pada Hari Kelahiran Santa Maria, 8 September 2022, umat stasi Mandam mendapatkan anugerah peresmian Stasi Mandam menjadi Paroki oleh Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang. Santa Maria Ratu Pecinta Damai menjadi nama paroki yang baru didirikan tersebut dan menjadi spiritualitas Gereja ini. Harapannya, supaya umat selalu dapat meneladan Bunda Maria untuk selalu berdamai dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan seluruh alam semesta.

Peresmian paroki berlangsung dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapak Uskup Petrus Timang didampingi 23 Imam dari Keuskupan Banjarmasin dan dari luar Keuskupan Banjarmasin. RP. Jacques Gros, CM dan RP. Priyambodo, CM yang pernah tinggal dan berkarya di Mandam nampak hadir dalam peristiwa bersejarah tersebut. Ratusan umat dari Mandam dan dari paroki-paroki lain di Keuskupan Banjarmasin juga hadir dalam Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul lima sore tersebut.

Penandatanganan prasasti pendirian paroki oleh Mgr. Petrus Boddeng Timang

Mengapa Paroki ini Diresmikan?

Dalam homilinya, Bapak Uskup menyampaikan antara lain alasan pemekaran paroki Santa Maria Ratu Pecinta Damai, Mandam dari Paroki Santo Vincentius a Paulo Batulicin. Melalui pemekaran paroki diharapkan para imam lebih dekat dengan umat dan secara intensif, serta sering dan sungguh-sungguh menyapa umat dalam menggumuli imannya. Hal ini sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Banjarmasin. Dengan demikian seluruh masayarakat, baik Katolik maupun non Katolik boleh merasakan suasana dan kasih Allah serta merasakan damai sebagaimana nama pelindung paroki ini.

Damai itu dimulai dari diri sendiri. Kita tidak bisa berharap dapat membawa dami bagi orang lain di kantor, di pasar, dengan tetangga kalau kita tidak memiliki damai di dalam diri kita dan keluarga kita.

Baca Juga:  Ungkapan Cinta kepada Bayi Yesus di Paroki-Paroki

Pada kesempatan itu Bapak Uskup mengajak seluruh umat untuk meneladan Bunda Maria yang memiliki damai sepanjang hidupnya. Dengan pendirian paroki ini, diharapkan umat dan para imam hidup damai dan semakin dekat serta semakin berinteraksi dengan masyarakat, pemerintah dan siapapun juga. Kita menjadi saudara satu sama lain.

Kepada Pastor Paroki Batulicin, RP. Antonius Karyono, CM selaku paroki induk, Bapk Uskup  berpesan agar selama tiga tahun ke depan masih mendampingi paroki Mandam. Demikian juga paroki-paroki lain yang baru dimekarkan, termasuk paroki-paroki yang lahir dua tahun yang lalu, seperti: Paroki Landasan Ulin, Gendang, Halong, Suriyan, Paramasan. Mereka masih dapat berharap bimbingan dari paroki induknya agar Gereja Katolik di Keuskupan Banjarmasin bisa berjalan bersama menyampaikan kebaikan Allah di bumi ini.

 

Upacara Peresmian Paroki

Pelantikan Pastor Paroki dan Vikaris Paroki Mandam oleh Mgr.Petrus Boddeng Timang

Usai homili, Sr. M.Magdala, PBHK selaku perwakilan Sekretariat Keuskupan Banjarmasin membacakan Surat Keputusan (SK) Uskup Keuskupan Banjarmasin mengenai penetapan Stasi Mandam sebagai Paroki, SK Penetapan Pastor Paroki dan SK penetapan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Mandam. Setelah pembacaan SK, Bapak Uskup melantik RD. Antonius Budi Wihandono selaku Pastor Paroki Mandam dan RD. Ignatius Supardi Prihatin Saputro serta RD. Andreas Setyo Indroprojo selaku Vikaris Paroki Mandam. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan DPP. Penandatanganan prasasti pendirian paroki dilakukan oleh Bapak Uskup Petrus Timang sebelum berkat penutup. (smr)

Pelantikan Dewan Pastoral Paroki Mandam