Jumat, 04 Februari 2022
Pekan Biasa IV
Jumat Pertama

Sir. 47:2-11
Mrk. 6:14-29

“Mungkin hari ini, kita masih di sini, tetapi besok belum tentu. Maka jalanilah hidup ini dengan benar dan persembahkanlah dirimu seutuhnya pada Tuhan”

Saudara/i yang terkasih…
Bagi Paulus, seseorang yanh mempersembahkan tubuhnya yang kudus, yang hidup dan yang berkenan pada Allah adalah Persembahan dan ibadah yang sejati.
Sebaliknya Tumbal berarti benda atau makhluk hidup baik manusia maupun hewan yang dikorbankan menjadi persembahan untuk maksud tertentu.
Persembahan sejati yakni tubuh yang Kudus adalah demi kebahagiaan dan keselamatan semua orang sedangkan tumbal hanya untuk keselamatan orang tertentu.
Hari ini, kita dihadapkan pada persembahan diri Yohanes pembaptis. Pertanyaannya adalah apakah Yohanes pembaptis menjadi tumbal dari Herodes atau persembahan sejati bagi Tuhan?

Saudara/i yang terkasih…
Di satu sisi, Yohanes Pembaptis adalah tumbal kebenaran di tengah licik dan kejamnya penguasa duniawi yang dilambangkan oleh Herodes.
Namun di sisi lain, Pengorbanan Yohanes Pembaptis menjadi persembahan sejati bagi Tuhan karena ia memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Di tengah realita dunia saat ini, banyak orang yang haus akan kekuasaan dan kekayaan sehingga sesamanya dijadikan tumbal untuk mencapai apa yang diinginkan. Apakah saya juga berlaku demikian terhadap sesamaku? Atau saya mempersembahkan diriku sebagai persembahan yang sejati bagi Tuhan?

Saudara/i yang terkasih…
Jika kita mempersembahkan diri bagi Tuhan maka kita akan bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan baik dalam suka maupun duka, Untung dan malang, hasrat cinta dan kesetiaan. Dengan begitu, kita akan bersukacita dan membawa sukacita bagi sesama. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Belas Kasih dan Kebaikan Allah

(P. A. L. Tereng MSF)
Segelas Jahe – Mu-Sa-Fir