PT Kanisius Yogyakarta bersama Pusat Musik Liturgi mengadakan Kelas Musik Liturgi pada tanggal 1 Oktober 2022. Kelas ini diadakan melalui Zoom dan ditayangkan secara live melalui kanal youtube PT Kanisius. Topik yang diangkat adalah Rahasia Pilihan Register Organ yang Tepat dengan pembicara Romo Karl-Edmund Prier, SJ. Kelas ini diikuti kurang lebih 300 peserta dari berbagai kalangan.

Acara dibuka oleh bapak Widiantoro selaku staff PT Kanisius kemudian langsung dilanjutkan pemberian materi oleh Romo Prier. Materi dibagi ke dalam 3 bagian antara lain: (1) register dalam organ pipa, (2) register dalam electone (contohnya: stagea), (3) rahasia pilihan register.

Bagian pertama peserta diajak untuk mengenal register-register yang ada pada organ pipa dan menjelaskan mengenai cara menggunakannya. Organ pipa terdiri dari sekitar 30 tombol (register) untuk mengalirkan udara ke pipa-pipa di sekitar organ sehingga ketika tombol tersebut ditarik akan menghasilkan suara. Register-register ini mampu menirukan bunyi-bunyi instrumen musik lainnya sepertu Flute, Violin, Trompet dan Prinzipal (untuk menghasilkan bunyi yang bulat).

Bagian kedua Rm Prier membahas register yang tersedia pada organ yang saat ini banyak dipakai di Gereja-Gereja yaitu Stagea. Beberapa register suara yang terdapat dalam Organ Stagea mampu menirukan register suara organ pipa serta beberapa instrumen-instrumen musik tradisional negara lain yang ada pada register ‘World’. Namun pemilihan register pada Stagea terbatas karena organ ini hanya dapat memainkan 5 register saja secara bersamaan. Pada akhir bagian kedua, Rm Prier memberikan catatan bagi para organis yaitu keseimbangan suara antara klavir atas, klavir bawah serta bas kaki merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

Pada bagian ketiga Rm Prier memberikan saran register suara yang sesuai untuk mengiringi lagu-lagu liturgi.

Baca Juga:  Misa Hari Raya Kemerdekaan Indonesia ke-76, Selasa 17 Agustus 2021

 

Jenis Lagu Liturgi Register Suara 
Lagu dengan nuansa lembut / lagu Gregorian Flute, Panflute, Pipe Organ 3, Choir 1, Choir 2
Lagu Tobat Clarinet 1, Clarinet 2
Lagu Halus (lagu-lagu Maria) Strings (volume tidak terlalu keras)
Lagu kuat Pipe Organ 1, Organ Bass 1-4
Lagu meriah (contoh: Halelluya Handel) Pipe Organ 2, Tutti 1 (Strings & Winds), Tutti 2 ( Strings & Brass), Tutti 3 (Strings & Horn)
Iringan Lagu Inkulturasi
Gaya Batak Toba (MB 312) UM: Oboe 1, LM: Harpsichord, Pedal: Harpa 2 atau Pipe Organ 1 dan harus dimainkan non-legato
Gaya Nias (MB 528) UM: English Horn, LM: Vibraphone 1, Pedal: Pipe Organ 1
Gaya Sunda (MB 317) UM: Panflute, LM: Steelguitar, Pedal: Pipe Organ 1
Gaya Jawa (MB 509) UM: Violin 2 atau Erhu, LM: Honkytonk, Pedal: Organ Bass 1
Gaya Flores (MB 473) UM: Woodwind Ansamble 2, LM: Vibraphone, Pedal: Harpa 2
Gaya Keroncong (MB 201) UM: Flute, LM: Strings 1, Pedal: Pizzicatto Bass
Gaya Timor (MB 231) UM: Violin 1, LM: 12 Strings Guitar, Pedal: Organ Bass 1
Gaya Tionghoa (MB 246) UM 1 (Voice Selection 1): Erhu + UM 2 (Voice Selection 2): Violin 1, LM: Pipa, Pedal: Organ Bass 1
Gaya Dayak (MB 621) UM 1 (Voice Selection 1): Panflute + UM 2 (Voice Selection 2): Flute (feet : 4’), LM: Steelguitar, Pedal: Pipe Organ 1
Gaya Kei (MB 322) UM 1 : Flute + UM 2: Flute (feet : 4’), LM: Vibraphone 1, Pedal: Harpa 2

 

Setelah materi selesai dipresentasikan, peserta diajak untuk berdiskusi mengenai fenomena yang dihadapi para pemusik Gereja. Hasil diskusi antara lain:

  1. Kekayaan musik yang ada di tempat masing-masing dimanfaatkan untuk memperkaya musik Liturgi. Oleh karena itu hadir lagu-lagu inkulturasi dan pemusik diperbolehkan mengiringi dengan alat musik tradisional.
  2. Rhythm atau Style merupakan sesuatu yang mekanis (tetap dan kaku). Hal ini menghilangkan seni musik Gereja yang bersifat hidup.
  3. Lagu Kamis Putih dapat diiringi hingga lagu komuni. Saat perarakan membawa Sakramen Mahakudus, lagu-lagu mulai dinyanyikan tanpa iringan untuk menggambarkan peristiwa Yesus pergi ke Bukit Zaitun dan peristiwa sengsara.
  4. Lagu Jumat Agung disarankan tidak menggunakan iringan dari awal hingga akhir ibadat. Organ digunakan untuk mengambilkan nada saja. Lagu kembali diiringi saat Malam Paskah.
  5. Organis juga didorong untuk mencari register yang sesuai dengan karakter lagu liturgi yang akan dimainkan, misalnya: Tuhan Kasihanilah Kami memiliki nuansa memohon dan Kemuliaan memiliki nuansa syukur.
Baca Juga:  Misa Hari Minggu Biasa XXI, 22 Agustus 2021

 

(M.Th.Lintang – jika ada pertanyaan terkait materi ini, silakan ajukan pada penulis melalui email Majalah Ventimiglia di ventimigliamajalah@gmail.com)

 

Video: https://youtu.be/34bbGqWxXV8