Sabtu, 20 November 2021
PEKAN BIASA XXXIII

1 Mak. 6:1-13
Luk. 20:27-40

 

Saudara/i yang terkasih…
Kehidupan, kematian dan kebangkitan untuk hidup yang kekal adalah kehendak Allah dan merupakan persoalan yang berkaitan dengan relasi kasih dengan Allah. Inilah yang harus dibangun oleh manusia agar manusia sadar bahwa segala sesuatu adalah kehendak Allah. Walaupun manusia merencanakan tetapi Allah yang menentukan. Hal ini terjadi atas Antiokhus yang jatuh sakit karena mengalami kekalahan dalam perang. Padahal ia sudah merencanakan segala sesuatu dengan baik. Namun semua rencana itu tidak berjalan dengan baik. Dalam situasi sakitnya, ia sadar bahwa hal ini terjadi karena segala kejahatan yang ia lakukan terhadap penduduk Yerusalem.

Saudara/i yang terkasih…
Dalam Injil, Yesus juga memberikan Jawaban yang membuat orang-orang Saduki sadar bahwa saat kebangkitan orang tidak kawin dan dikawinkan; mereka seperti malaikat karena mereka telah dibangkitkan. Mengapa orang-orang Saduki sadar? Karena mereka ingin mencobai Yesus dengan pertanyaan soal kebangkitan padahal mereka sendiri tidak percaya kepada kebangkitan. Hal yang paling mendasar yang ditegaskan oleh Yesus sehingga membuat mereka sadar adalah Yesus menegaskan bahwa “Allah yang diimani adalah Allah orang hidup bukan Allah orang mati”.

Saudara/i yang terkasih..
Dalam hidup kita, kadang apa yang kita lakukan dan atau yang kita katakan tidak kita sadari. Hal ini membuat sesama kita sakit hati atau terluka. Kita juga harus sadar bahwa segala sesuatu yang yang berkaitan dengan kehidupan dan kematian serta kebangkitan kita adalah kehendak Allah. Maka membutuhkan kepasrahan yang total pada Allah. Apakah kita sadari hal ini? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Didamaikan oleh Anak Manusia

(P. A. L. Tereng MSF)
Roti Bakar – Mu-Sa-Fir