oleh: RP. Ambrosius, MSF

Selasa, 21 Desember 2021
PEKAN ADVEN IV

Kid. 2:8-14
Luk. 1:39-45

Saudara/i yang terkasih…
Kekasih dan pacar adalah dua kata yang berbeda namun memiliki makna yang sepadan. Dalam KBBI, kekasih berarti orang yang dicintai; buah hati; sedangkan Pacar berarti teman lawan jenis yang berbeda dan memiliki hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih. Walaupun memiliki arti yang sepadan, namun bagi saya, kekasih memiliki makna yang lebih luas dan mendalam bila dibandingkan dengan pacar. Mengapa? Karena Allah tidak pernah menyapa manusia sebagai “pacar-Ku”; Allah menyapa manusia sebagai “Kekasih-Ku”. Sapaan ini digoreskan secara puitis di dalam Kidung Agung : “Dengarlah! Itulah kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung, meloncat-loncat di atas perbukitan”. Kehadiran Sang Kekasih Allah membawa sukacita; ia mengajak untuk Bersukacita karena musim baru telah tiba dan itulah masa keselamatan dari Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Maria, gadis sederhana dari Nazareth adalah Sang Kekasih Allah yang membawa sukacita bagi Elisabeth sehingga Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus dan anak yang di dalam rahimnya melonjak kegirangan. Mengapa hal ini terjadi? Karena karya keselamatan Allah telah dimulai seperti yang dikidungkan dalam Kidung Agung.
Sukacita yang dibawa oleh Maria juga merupakan sukacita dunia karena dia yang adalah kekasih Allah mengandung Putera Allah.

Saudara/i yang terkasih…
Berkat Sakramen Pembaptisan, kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan merupakan kekasih-Nya. Menjadi kekasih Allah berarti hadir bagi sesama dan membawa sukacita bagi sesama; menjadi kekasih Allah berarti peduli dan rela mengampuni; menjadi kekasih Allah berarti tulus melaksanakan kehendak Allah. Apakah aku sanggup melakukannya? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin.

Baca Juga:  Renungan Bacaan KS Hari Minggu Biasa XXI, 22 Agustus 2021

(P. A. L. Tereng MSF)
Kisah Kasih – Mu-Sa-Fir