Senin, 04 Oktober 2021
PW. St. Fransiskus Asisi

Yun. 1:1-2;2:1-2.11
Luk. 10:25-37

 

Saudara/i yang terkasih…
Sesama berasal dari kata dasar ‘sama’ yang berarti sama-sama atau satu golongan. Contohnya kita harus menyayangi sesama makhluk hidup.
Hari ini, kita dihadirkan dengan pertanyaan “siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan ini diajukan oleh seorang ahli kitab untuk mencobai Yesus. Yesus dengan bijaksana dengan memberikan perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati. Jawaban tentang siapakah sesama manusia bagi orang yang jatuh ke tangan penyamun ditemukan sendiri oleh si ahli Kitab. Ia bukan hanya menemukan jawaban tetapi diperintahkan oleh Yesus untuk pergi dan berbuat demikian yakni mengasihi dan peduli dengan sesama yang menderita.

Saudara/i yang terkasih…
Apa yang dilakukan oleh orang Samaria juga dilakukan oleh St. Fransiskus Asisi yang hadir dan peduli bagi mereka yang Miskin. Lebih dari pada itu, ia menyebut segala sesuatu yang ada di bumi sebagai saudara/i yang harus dikasihi dan dicintai.
Sikap orang Samaria dan St. Fransiskus Asisi ini berbeda dengan kita. Kita lebih memilih orang karena ‘ada apanya’ bukan karena ‘apa adanya’; kita lebih memilih orang yang punya sesuatu untuk kita bukan orang yang tidak punya apa-apa. Bahkan kadang kita lari meninggalkan sesama yang miskin dan menderita seperti yang dilakukan oleh Nabi Yunus. Tetapi Tuhan senantiasa memiliki cara agar kita dapat berhenti dari pelarian kita untuk peduli dengan sesama yang menderita.
Sesama yang dimaksud di sini adalah :
Pertama, manusia yang miskin dan menderita. Banyak saudara/i kita yang menderita karena terpapar covid 19. Banyak juga mereka yang usahanya hancur karena pandemi. Relakah kita hadir untuk membantu mereka?
Kedua, alam lingkungan yang hancur karena ketamakan manusia. Beranikah kita hadir untuk membela alam lingkungan kita?
Marilah kita hadir, penduli dan mencintai alam semesta ini dengan cinta kasih Allah. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Bunda Maria, Teladan Iman dan Tokoh Adven Sejati

Hijau Lumut – Mu-Sa-Fir