Seminggu sebelum rangkaian perayaan Malam Natal sampai dengan Misa Awal Tahun 2022, seksi Komsos KEBAN telah mengompilasi jadwal misa di setiap paroki juga siaran live streaming. Lewat media Keuskupan kiranya dapat membantu umat paroki dan stasi menyiapkan diri dengan jadwal yang benar. Jadwal tersebut dirangkai dalam kelompok 4 dekanat dan dipublikasikan.

Misa Malam natal di Paroki katedral Banjarmasin dengan selebran utama Bapak Uskup Petrus Boddeng Timang.

Upaya sederhana ini menjadi semakin kompleks ketika kita melihat aktivitas di setiap paroki. Anda yang terlibat langsung dalam kepanitiaan maupun petugas liturgi melakukan segala daya agar tata perayaan liturgi berjalan lancar, sarana prasarana ibadat di gereja memenuhi syarat, protokol kesehatan dan keamanan terjaga, pemberitahuan jadwal dilayangkan ke pihak kepolisian setempat. Di sisi lain umat rela hadir 2 jam sebelum jadwal misa agar mendapat tempat duduk yang diinginkannya. Sebuah peristiwa besar umat Katolik setelah perayaan Paskah.

Natal dalam Pengamanan

Pemeriksaan anggota pengamanan jelang Natal dari kepolisian di Gereja Kelayan Banjarmasin.

Sudah menjadi kebiasaan beberapa tahun ini selalu hadir  petugas keamanan dari Polda Kalsel untuk memeriksa lingkungan gereja dan dalam gereja. Sat Brimob, Densus 88, Unit K9 dengan anjing pelacak menyambangi paroki-paroki dan berbicara dengan panitia yang kebetulan sedang berbenah. Kekhawatiran itu muncul walau tidak terucap ketika di media massa diberitakan Tim Densus 88 menangkap terduga teroris, baik di Palangka raya maupun Banjarmasin (Merdeka.com dan Kompas.com, 22 Desember 2021). JejakRekam.com (24/12) melaporkan bahwa Polda Kalsel mengerahkan sepertiga kekuatannya untuk mengamankan Natal 2021. Di beberapa paroki, misalnya Paroki Veteran Banjarmasin mengantisipasi hal tersebut menggunakan karcis sesuai jadwal misa. Kerja sama dengan pihak aparat dan kelompok masyarakat nampak kental di Paroki Maria Bunda Karmel Sebamban Raya. Kepolisian sektor Angsana, Komando Rayon Militer Angsana, dan juga sahabat Banser NU Angsana ikut mengamankan jalannya perayaan misa. Mereka standby di pintu gerbang dan di sekitar jalan depan gereja.

Baca Juga:  Misa Minggu Biasa XIII, 27 Juni 2021

Protokol Kesehatan pun diterapkan dengan ketat di semua paroki dengan menyediakan tempat mencuci tangan, petugas pengecek suhu, kotak semprot kabut sterilisasi badan dan hand sanitizer yang disemprotkan langsung oleh petugas atau disediakan di tempat yang terlihat.

Keadaan Umum di setiap Paroki

Tenda dan kursi tambahan disiapkan di depan Gereja St.Yohanes Pemandi.

Fenomena menarik adalah gedung gereja yang selalu penuh. Umat menyiapkan diri untuk hadir secara khusus bersama keluarga, kerabat atau teman. Setiap gereja biasanya menyediakan penggunaan gedung selain gereja dan tenda kursi tambahan. Jadwal misa Vigili Natal (Malam Natal) ada yang menyelenggarakan 1 kali perayaan seperti di paroki Kelayan, namun ada yang 2 kali misa seperti di Katedral dan Paroki Landasan Ulin. Pantauan umat yang hadir berdasar kapasitas tempat duduk yang disiapkan di Paroki Kelayan sebanyak 600 umat, sedangkan di Paroki Suriyan sampai 700 umat. Jangan heran bahwa 2 jam sebelum misa, gedung gereja sudah penuh. Ada gurauan jika hari besar ingin dapat tempat duduk maka jadilah petugas liturgi!

Pemeriksaan keamanan dan protokol kesehatan di Gereja Katolik memang terkesan berlapis dan prosedural. Namun ini sudah dimaklumi dan dipahami bersama bagi panitia dan umat untuk menyepakati aturan yang dibuat. Di Paroki Veteran Banjarmasin screening umat yang hadir sudah ditapis dengan kupon keikutsertaan misa yang dibagikan kepada umat melalui mekanisme koordinasi paroki-komunitas. Kebanyakan petugas tata tertib yang diminta untuk mengenali warga parokinya. Demikian juga protokol kesehatan: pemakaian masker, cuci tangan, check suhu tubuh, hand sanitizer dan jaga jarak di bangku tempat duduk sudah jadi gaya hidup baru umat. Jadi umat tidak canggung lagi. Di ParokiBatulicin umat sudah biasa untuk mengisi daftar hadir dan mengambil nomor bangku lalu masuk bilik pengabutan desinfektan dan kemudian masuk gereja disemprot hand sanitizer.Panitia Natal juga menyediakan masker jika umat memerlukan.

Rangkaian bambu (bamban) cerminan refleksi kesatuan stasi Paroki Maria Bunda Karmen-Sebamban Raya (foto Santi)

Dekorasi Natal mencerminkan dinamika kehidupan di sebuah paroki, begitu ungkapan para aktivis paroki ketika merasakan suasana Natal sebuah paroki. Ide penggunaan bambu (bamban dalam bahasa lokal) di paroki Maria Bunda Karmel di konsep bersama untuk menunjukkan ikatan kuat stasi dan komunitas yang terwujud dalam ikatan bamban Gua Natal. Pemaknaan ini membuat kerja sama OMK dan para orang tua merealisasikan ide dan menunjukkan semangat dinamika umat.

Baca Juga:  Apa Sih Kitab Suci Menurut Orang Muda?

Jalannya misa Perayaan Natal tidak seperti rangkaian pekan Suci, khususnya Paskah. Waktu misa rata-rata sekitar dua jam. Perayaan ekaristi yang disiapkan dengan baik, seperti Natal kali ini membawa kesan tersendiri. Seragam koor dan lagu-lagu Natal yang disiapkan dengan komposisi paduan suara membuat suasana sangat berkesan.

Tari lilin OMK Paroki Suriyan mengantar bayi Yesus (foto Yufina)

Inkulturasi dengan tarian lilin OMK Paroki Suriyan, lampu gereja dipadamkan, mengantar bayi Yesus menuju Gua Natal memberi kekhidmatan khusus.

Terhadap segala hal fisik dan kelancaran perayaan yang telah kita ikuti selama perayaan Natal kembali diingatkan oleh Bapak Uskup Petrus Timang dalam homili malam Natal,” Kita bersuka cita bukan karena hal-hal duniawi, walau masih mengikuti protokol kesehatan, semua itu patut kita syukuri. Namun inti Allah Yang Mahatinggi, Allah Yang Perkasa datang di tengah-tengah kita sebagai bayi… Allah yang peduli akan nasib manusia, yang mendengarkan setiap keluhan manusia. Datang membawa solusi bukan yang murahan, bukan instan, melainkan abadi selama-lamanya. Dia mau tinggal bersama kita…akhirnya mengalami kematian, bukan kematian yang biasa-biasa, kematian karena menderita siksaan. Lahirnya di tempat persinggahan hewan dengan para gembalanya. Perstiwa itulah yang kita rayakan malam ini.”