Dibacakan pada waktu Perayaan Ekaristi dan Ibadat Sabda Hari Minggu Adven I, di seluruh Gereja/ Kapel Katolik Keuskupan Banjarmasin.

“Kamu telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah” (1 Tes 4:1b)

Kepada:

Yang saya kasihi dan banggakan,

Umat Allah Keuskupan Banjarmasin, Para Imam, Suster, Bruder, Frater di mana pun juga Anda berada,

Salam sejahtera bagi Anda sekalian,

Mulai minggu ini kita kembali memasuki masa Adven. Kata Adven, seperti sudah kita ketahui bersama, berasal dari kata Latin adventus yang berarti kedatangan. Bagi kita, umat Katolik, kata tersebut merujuk pada masa Adven di mana kita mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus,Sang Juru Selamat. Masa Adven sekaligus juga menjadi pembuka tahun baru liturgi Gereja. Pada perayaan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam,yang kita rayakan Minggu lalu, kita menutup Tahun Liturgi Tahun B dan sekarang di Minggu Adven I ini kita memasuki Tahun Liturgi Tahun C.

Bagi kita, Masa Adven memiliki dua makna. Pertama, kita mempersiapkan diri untuk mengenang dan merayakan kembali peristiwa kelahiran Yesus Sang Sabda yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita (bdk. Yoh 1: 14). Tuhan yang begitu mulia dan agung berkenan mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (bdk. Flp 2: 7). Kedua, kita mempersiapkan diri untuk menjelang kedatangan Kristus yang kedua sebagai Sang Hakim Agung. Kapan peristiwa itu akan terjadi, kita tidak tahu namun kita diajak untuk mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya.

Ketiga bacaan dalam Minggu Adven I ini mengingatkan kita akan kedatangan Tuhan yang sudah dekat. Bacaan pertama, dari Kitab Nabi Yeremia, mengingatkan kita bahwa Allah akan menumbuhkan tunas keadilan bagi Daud. Bacaan kedua, dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus mendoakan agar Tuhan Allah menguatkan mereka dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus. Sedangkan dalam bacaan Injil, Santo Lukas mengingatkan pesan Yesus kepada para murid-Nya, bahwa penyelamatanmu sudah dekat; maka berjagalah senantiasa sambil berdoa. Pada Masa Adven, kita diajak mengobarkan kembali semangat untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kita.

Baca Juga:  Cerita tentang Dua Sejoli, Air Terjun, serta Pantai yang Eksotis

Rasul Paulus,dalam nasihatnya, menyatakan, “Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.”(1Tes 4:1). Santo Paulus mengingatkan kita untuk tidak berpuas diri dengan apa yang telah kita capai, tetapi kita diajak untuk selalu bertekun dalam membangun hidup yang lebih berkenan kepada Allah. Bagi kita orang beriman, pertobatan dan perbaikan hidup tidak pernah mengenal kata akhir. Kita selalu dalam peziarahan untuk menjadi lebih baik dan lebih berkenan kepada Allah.

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Dalam Surat Gembala saya yang terakhir, tanggal 26 Oktober yang lalu, saya menulis bahwa Paus Fransiskus telah membuka secara resmi Sinode Para Uskup yang bertema:“Menuju Gereja Sinodal: Persekutuan,Partisipasi, dan Misi”. Sinode yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus merupakan salah satu perwujudan dari apa yang dinasehatkan Rasul Paulus agar hidup kita lebih berkenan kepada Allah. Berjalan Bersama untuk mewujudkan Gereja Sinodal adalah salah satu bentuk kesungguhan Umat Alllah untuk memperbaiki diri dan agar berkenan kepada Allah.

Paus Fransiskus mengajak seluruh umat Allah menjawab tantangan “untuk menanggung rasa sakit mereka yang terluka dan jeritan para korban yang tidak pernah terdengar” serta mewujudkan tanda kenabian bagi kaum miskin dan yang paling hina. Paus ingin agar proses “Berjalan Bersama” membuka diri kita untuk bersedia dididik oleh Roh Kudus agar memiliki mentalitas sinodal sejati dan berani memasuki proses pertobatan. Paus Fransiskus menghendaki agar Sinode kali ini melibatkan tidak hanya para uskup, namun juga seluruh umat beriman, baik kaum tertahbis (klerus), anggota hidup bakti, maupun awam, terutama mereka yang kurang diperhatikan atau didengar di seluruh dunia.

Baca Juga:  Meretas Jalan, Merengkuh yang Hilang

Kita juga sudah membuka secara resmi Sinode di tingkat Keuskupan pada Minggu 17 Oktober 2021 dengan perayaan Ekaristi di gereja Katedral Keluarga Kudus. Sejak saat itu, Tim Sinodal Keuskupan sudah mempersiapkan diri agar proses Pra-Sinodal di Keuskupan Banjarmasin bisa berjalan baik dan maksimal. Bahan-bahan yang berkaitan dengan Sinode dan pertemuan-pertemuan Pra-Sinodal telah disosialisasikan. Saya gembira melihat tanggapan dan antusiasme umat yang begitu luar biasa. Semoga awal yang baik ini menjadi pertanda baik bagi kita semua. Semoga semua elemen yang ada di Keuskupan Banjarmasin, baik imam, biarawan-biarawati, maupun kaum awam, mau hadir dan terlibat dalam pertemuan-pertemuan Pra-Sinodal di tingkat komunitas/stasi, paroki, dekanat, kelompok hidup bakti, kelompok kategorial, dan ormas Katolik. Kehadiran dan keterlibatan semua pihak dalam menyuarakan dan mendengarkan pengalaman iman mereka menjadi sarana bagi Roh Kudus untuk menyampaikan pesan-Nya kepada Umat Allah. Pertemuan-pertemuan Pra-Sinodal dimaksudkan untuk mengumpulkan kekayaan pengalaman sinodalitas yang dihayati dalam berbagai ungkapan serta aspek,yang melibatkan para gembala dan seluruh umat beriman.

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus,

Keuskupan kita telah memilih masa Adven sebagai kesempatan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan Pra-Sinodal. Ada tiga tema yang akan menjadi dasar percakapan rohani dalam pertemuan Pra-Sinodal kita. Ketiga tema tersebut adalah Dialog dalam Gereja dan masyarakat, Memahami dan memutuskan, dan Aku diutus mewartakan Kabar Baik kepada “yang tidak terlayani”. Semoga tema-tema itu mendorong kita untuk bisa saling berbicara dan saling mendengarkan sehingga suara dan pesan dari Roh Kudus semakin terdengar. Paus Fransiskus memilih Sinode para Uskup dengan cara ini agar para uskup dapat memahami apa yang dikatakan oleh Roh Kudus kepada Gereja dengan mendengarkan umat Allah. Selain itu agar setiap orang yang dibaptis terlibat dan bertanggungjawab dalam perubahan gerejawi dan sosial.

Baca Juga:  Peraturan Pantang dan Puasa Masa Prapaskah 2024 Keuskupan Banjarmasin

Saya mengingatkan bahwa peran para imam, entah yang menjadi pastor paroki maupun moderator kelompok-kelompok, dalam proses “Berjalan Bersama” ini sangat penting. Saya mohon para pastor paroki dan pastor moderator kelompok- kelompok kategorial dan ormas Katolik untuk sungguh mengerakkan umat yang dipercayakan kepadanya, sehingga pertemuan-pertemuan Pra-Sinodal dapat berjalan dengan baik dan suara Umat Allah sungguh dapat didengarkan, terlebih suara mereka yang selama ini tidak terdengar dan tidak terlayani.

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus,

Kita perlu bersyukur karena Gereja mengundang kita semua untuk saling mendengarkan satu sama lain dan mendengarkan Roh Kudus, Roh Kebenaran (Yoh 14:17). Roh Kudus akan membantu kita untuk mewujudkan Gereja, yang merupakan persekutuan dari berbagai karunia, karisma dan pelayanan, ‘bergerak keluar’ menjalankan misinya ‘yang pintu-pintunya terbuka’ (EG 46). Kita akan ‘berjalan bersama’ merangkul seluruh umat manusia yang berbagi ‘kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan’ dengan Gereja (GS 1). Dengan pertemuan-pertemuan Pra-Sinodal,persiapan kita untuk mengenang dan merayakan Kelahiran Kristus menjadi sangat istimewa dan sesuai dengan Pesan Natal 2021 “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan”(bdk. 1Ptr 1:22).

Akhirnya, saya mengucapkan selamat “BERJALAN BERSAMA” dan selamat menjalani Masa Adven yang penuh rahmat ini dengan semangat penantian dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik. Tuhan memberkati Anda sekalian.

 

Allah adalah Kasih, Deus Caritas Est.

Banjarmasin,24 November 2021

Pada Peringatan Santo Andreas Dung Lac,Imam dan kawan-kawan,Martir.

Mgr. Petrus Boddeng Timang

Uskup Keuskupan Banjarmasin