Jumat, 19 November 2021
PEKAN BIASA XXXIII

 

Saudara/i yang terkasih…
Setiap agama dan kepercayaan memiliki tempat Kudus yang disebut rumah ibadat. Kenapa disebut tempat Kudus? Karena menjadi tempat Allah bersemayam dan di sanalah umat beragama berjumpa satu sama lain, berdoa dan beribadat serta bertemu dengan Allah. Karena hal inilah maka tempat ibadat harus disucikan dan tidak boleh dicemarkan.
Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang pentahiran dan pembersihan Bait Allah. Dalam bacaan pertama, setelah mengalahkan musuhnya, Yudas Makabe melakukan pentahiran dan pentahbisan kembali Bait Allah. Perayaan ini dirayakan dengan penuh sukacita. Mereka mempersembahkan kurban Bakaran, kurban persembahan dan kurban pujian dan dilakukan selama delapan hari berturut-turut. Upacara ini dilakukan turun temurun.

Saudara/i yang terkasih…
Dalam bacaan Injil, Pentahiran Bait Allah juga dilakukan oleh Yesus. Dia mengusir para pedagang yang berjualan di Bait Allah karena ada tertulis : “Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun”. Yesus sadar bahwa tindakannya ini tidak diterima oleh semua orang Yahudi dan Yesus tahu konsekuensi yang akan Dia terima yakni penolakan. Namun, hal ini tidak menyurutkan Dia untuk bertindak. Perlu disadari bahwa Bait Allah yang sesungguhnya adalah Tubuh Yesus sendiri.

Saudara/i yang terkasih…
Dewasa ini, orang tidak lagi menghormati dirinya sendiri sebagai Bait Roh Kudus sehingga sesuka hati memamerkan bahkan mempergunakan tubuhnya untuk kesenangan duniawi. Selain itu, sebagai sesama, kadang kita tidak saling menghargai satu sama lain. Padahal sebagai umat Kristiani, kita adalah Gereja yang hidup; tempat Roh Allah bersemayam. Karena hal inilah maka kita pun kadang tidak menghormati lagi bangunan gereja sebagai tempat Kudus. Kita seenaknya selfie atau tiktokkan dan ribut di dalam gereja padahal gereja adalah tempat Kudus. Jika kita sendiri saja tidak menghormati tempat ibadat kita bagaimana kita bisa menuntut orang lain menghormatinya?
Mari kita belajar untuk menghormati tubuh kita sendiri dan juga menghormati sesama serta gereja kita. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Belas Kasih dan Kebaikan Allah

(P. A. L. Tereng MSF)
Bolang – Mu-Sa-Fir