Senin, 31 Januari 2022
PW. St. Yohanes Bosco, imam

“Kasih sayang merupakan bentuk tertinggi dari sikap tanpa kekerasan”

Saudara/i yang terkasih…
Setiap orang pernah menghadapi persoalan dalam hidup, entah persoalan keluarga maupun persoalan hidup dengan sesama. Dalam menghadapinya, setiap orang memiliki cara masing-masing yakni ada yang tenang dalam mencari solusi, ada juga yang marah atau mengeluh, tetapi juga ada yang menghadapinya dengan kasih.
Daud juga menghadapi persoalan dalam hidupnya bahkan dalam kerajaannya yakni pemberontakan dari Absalom, anaknya dan juga kutukan dari Simei bin Gera yang mengatakan bahwa Daud adalah penumpah darah. Menghadapi situasi ini, Daud dengan tenang menyingkir sambil menangis bersama dengan pengikutnya. Ia juga dengan penuh kasih membiarkan Simei bin Gera mengutukinya karena bagi Daud mungkin ini Tuhan telah bersabda kepada Simei bin Gera untuk mengutukinya.

Saudara/i yang terkasih…
Yesus juga mengajarkan kepada kita untuk tenang dan penuh kasih dalam menghadapi persoalan hidup. Menghadapi orang yang kerasukan legion, Yesus tidak bertindak gegabah seperti kebanyakan orang yang mencoba mengikat orang tersebut dengan rantai dan membelenggunya karena bagi Yesus, setiap manusia adalah makhluk yang merdeka. Oleh karena itu, Yesus dengan tenang dan penuh kasih melepaskan dia belenggu legion. Dengan terlepasnya belenggu itu, ia dengan bebas memilih untuk mengikuti Yesus tetapi Yesus menyuruh dia untuk kembali ke kampung halamannya, kepada keluarganya untuk memberitakan tentang kasih Allah yang ia alami dan ia dengan penuh sukacita melaksanakan tugas ini. Apakah saya juga rela berbagi tentang pengalaman kasih Allah dalam hidupku?

Saudara/i yang terkasih…
Teladan Yesus ini diikuti dan dilaksanakan oleh Santo Yohanes Bosco. Ia dengan tenang dan penuh kasih mendampingi kaum muda dan pendampingannya bertitik tolak pada apa yang dibutuhkan oleh kaum muda. Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk tenang dan penuh kasih dalam menghadapi setiap persoalan hidup sebagaimana yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Mampukah kita melakukan hal ini? Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Baca Juga:  Yang Terbesar Harus Jadi Pelayan

(P. A. L. Tereng MSF)
Kemiri – Mu-Sa-Fir