Renungan oleh RP. Ambrosius, MSF

Sabtu, 25 September 2021
PEKAN BIASA XXV

Zak. 2:5-9.14-15a
Luk. 9:43b-45

 

Saudara/i yang terkasih…
Seluruh perjalanan hidup umat manusia selalu dibimbing dan dituntun oleh kemahakuasaan Allah. Namun, kadang pengalaman ini tidak disadari oleh manusia sehingga manusia merasa ditinggalkan oleh Allah. Pengalaman penderitaan dan kegagalan adalah saat yang paling pedih bagi umat manusia. Saat itulah manusia merasa ditinggalkan oleh Allah. Tetapi hari ini, kita disadarkan oleh Nabi Zakharia bahwa “Allah sungguh datang dan tinggal di tengah-tengah umat manusia”. Oleh karena itu sepantasnya kita sebagai manusia bersukacita dan bersorak Sorai.

Saudara/i yang terkasih…
Kehadiran Allah yang tinggal di tengah-tengah kita berpusat dan berpuncak dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita. Dia adalah Mesias dari Allah yang harus menderita. Dia sebagai “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”. Hal menunjukkan dan menggambarkan bahwa Yesus adalah Anak Manusia yang menderita dan salib adalah takhta kemuliaan-Nya.

Saudara/i yang terkasih…
Kita sebagai umat Kristiani dipanggil dan diutus untuk tinggal di tengah masyarakat. Kita bukan hanya tinggal diam, tetapi kita harus hadir untuk mewartakan Kristus Sang Penyelamat umat manusia. Marilah kita hadir bagi sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan warna kulit. Semoga doa Keluarga Kudus Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin

Meratus – Mu-Sa-Fir

Baca Juga:  Misa Harian Rabu Pekan Biasa XV, 14 Juli 2021