RD. Damianus Ama Kii

6-9 Oktober 2022, saya bersama Tim Delegatus Kesehatan Keuskupan Banjarmasin dan beberapa umat mengadakan perjalanan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Paroki Mandam. Dalam pelayanan tersebut, kami mendapatkan aneka pengalaman, khususnya dalam perjumpaan dengan masyarakat di tempat-tempat yang kami datangi. Berikut catatan pengalaman tersebut:

 

6 Oktober 2022

Saya bersama Dr. Tri Joko, Pak Yulius Kurung, Pak Agus, Pak Sony, Agus, Bady berangkat dari Banjarmasin pukul 6 sore.

7 Oktober 2022

Jam 04.00 subuh kami tiba di gereja Mandam. Kami disambut Pastor Paroki Mandam, RD. Budi Wihandono dengan senyum yang sangat ramah. Siang harinya kami berangkat menuju desa Limbur menggunakan dua mobil dan dua sepeda motor.  Kami ditemani Volunteer Cicil dan Wilhelmus Tari serta Abah Eko, Eko, Ida dan Abah Kris. Sebelum berangkat, para pastor yang melayani Paroki Mandam: Romo Budi, Romo Pardi dan Romo Andre mendoakan perjalanan kami.

Perjalanan dari gereja Mandam menuju desa Limbur memakan waktu 3 jam dengan medan yang Indah dan menantang. Hamparan hutan lebat dan air sungai Meratus yang masih jernih dan segar sungguh memberikan kekuatan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah. Meratus sangat Indah.

Perjalanan menuju desa Limbur

Di Desa Limbur, kami disambut warga kampung Maisi dengan ramah di Balai Adat Maisi. Kami memperkenalkan diri sebagi Umat Agama Katolik yang datang memenuhi undangan dan harapan warga Limbur agar kami datang dan memberikan pelayanan di tengah-tengah mereka. Hadir dalam pertemuan di Balai Adat tersebut: Kepala Sekolah SD Limbur (Bpk. Supiansyah) dan Pak RT Maisi bersama seluruh warga kampung Maisi.

Kami diberi tempat penginapan di Balai Adat. Di situ kami mengadakan Misa Harian peringatan Bunda Maria Ratu Rosario dan juga pelayanan kesehatan bagi warga setempat. Bapak Supiansyah mengundang kami makan di rumahnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SD Limbur ini menjelaskan bahwa SD Limbur merupakan Sekolah Induk dari SD Filial Hulu Sampanahan dimana saat ini Hulu Sampanahan telah dilayani oleh dua Guru Volunteer Pemberdayaan Dayak Meratus (PDM), yakni Pak Urbanus dan Pak Wihelmus Tari.

Baca Juga:  Misa Peringatan Wajib St. Kornelius , Paus dan St Siprianus, Uskup martir, Kamis 16 September 2021

Malam harinya,  kami berwawanhati dengan warga Maisi. Warga Maisi mengungkapkan kerinduan mereka akan tenaga guru yang mau tinggal melayani mereka secara penuh di kampung itu. Saat ini ada sekitar 40-an anak usia SD di kampung Maisi. Mereka berharap Gereja Katolik dapat membantu menyediakan tenaga guru di kampung Maisi sebagaimana yang telah dilakukan Gereja Katolik di desa Hulu Sampanahan. Warga Maisi mengaku sangat kagum terhadap kemajuan anak-anak Sampanahan Hulu yang unggul dalam ilmu serta karakter diri dan berharap anak-anak Maisi juga dapat maju dalam pendidikan melalui kehadiran guru-guru yang kompeten.

Saya secara pribadi merekam kerinduan ini tanpa membuat janji kepada mereka. Semoga kerinduan mereka dapat terealisir. Ini adalah undangan bagi Gereja Katolik Banjarmasin untuk berpastoral menjangkau pedalaman pegunungan Meratus. Kesadaran iman mendorong kita menjala semakin banyak jiwa untuk percaya pada Kristus dan bergabung dalam Persekutuan Gereja Katolik.

Saya, selaku Ketua Tim Pemberdayaan Dayak Meratus Keuskupan Banjarmasin berusaha untuk terus menebar kasih di daerah Meratus. Namun serentak itu pula kami menyadari sangat kurangnya tenaga Pastoral yang  bersedia melayani di tempat-tempat yang masih sulit infrastruktur dan sarana prasarananya. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak kaum muda, Frater, Suster dan Tenaga Medis untuk bersedia menjadi Volunteer yang berjalan bersama dengan Umat Meratus mewartakan kasih Allah.

Tim Delegatus Kesehatan dan Tim Pemberdayaan Dayak Meratus Keuskupan Banjarmasin

8 Oktober 2022

Usai pelayanan kesehatan di Limbur, kami kembali ke Mandam. Dari Mandam, kami melanjutkan pelayanan kesehatan ke  Stasi Guntung Tarap melewati Desa Peramasan Baru dan Desa Laburan. Perjalanan Mandam menuju Guntung Tarap sekitar 2 jam melalui jalan yang berlumpur.

Baca Juga:  Misa Peringatan Wajib St. Monika, 27 Agustus 2021

9 Oktober 2022

Setelah menginap satu malam di rumah Misi Guntung Tarap, kami mengadakan pelayanan kesehatan dan berbagi sharing iman serta Misa Hari Minggu Biasa ke 28 bersama umat di Guntung Tarap.

Perjalanan menuju Guntung Tarap

Mari MERATUS.
Deus Caritas Est.

RD. Damianus Ama Kii