Semangat menghidupi kegiatan untuk memberikan sentuhan warna bagi anak-anak dan remaja di paroki-paroki Keuskupan Banjarmasin nampaknya bervariasi. Ada yang bersemangat dengan aneka kegiatan namun disadari juga ada paroki yang memiliki keterbatasan, apalagi masa Pandemi Covid-19 menjadi kesulitan utama. Namun demikian anak-anak SEKAMI (Serikat Kepausan Misioner Indonesia) berhak mendapatkan perhatian yang layak dan diberikan kesempatan untuk menikmati hari khususnya.

“Bintang Misioner, Bintang Pengharapan” mengutip pesan Paus Fransiskus untuk membantu cita-cita tunas Gereja kita melalui aksi mereka.  Aksi itu merupakan motto anak SEKAMI melalu semangat misi 2D2K : Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian.

Beberapa Paroki di Keuskupan Banjarmasin (KEBAN) telah membuat acaranya sendiri pada Minggu, 2 Januari 2022, bertepatan dengan Hari Penampakan Tuhan dan Hari Anak dan Remaja Misioner Sedunia (HAMS) ke-179. Tentu saja peran pastor paroki, pembina Anak SEKAMI, orang tua dan anak-anak serta remaja paroki saling terkait.

Santa Klaus di Paroki Santo Yohanes Pemandi Landasan Ulin

Paroki St. Yohanes Pemandi menjadi istimewa karena Pastor Parokinya, Pastor Ping Poto, MSF, adalah Direktur KKI KEBAN. Misa HARS ke-179 terasa semarak karena dihadiri 30 anak anak SEKAMI & Remaja Misioner.

Kontributor Antonius Kendro melaporkan bahwa misa tersebut menandai anak-anak kembali terlibat menjadi petugas liturgi sejak adanya Pandemi Covid-19. Salah satu Pendamping  SEKAMI, Maria Febrina Sarawati, mengatakan persiapan yang singkat tidak menjadi penghalang bagi anak anak untuk menjadi petugas liturgi.

santa Claus mendatangi anak SEKAMI Paroki Landasan Ulin.

Pastor Petrus Ping Poto , MSF mengajak anak-anak selalu semangat dalam memancarkan “cahaya” kasih Tuhan, dan mereka  diharpakan bisa menjadi bintang pengharapan bagi sesama yang membutuhkan, walaupun kondisi saat ini masih dalam situasi pandemik. Pastor berharap kepada anak anak  untuk terus mengobarkan semangat anak SEKAMI  yaitu : Doa, Derma, Kurban & kesaksian (2D2K) melalui tindakan tindakan yang mudah dan  sederhana yang bisa mereka lakukan. Kebersamaan pastor, Anak SEKAMI dan para pendamping dari OMK menjadi semakin seru dan penuh tawa canda karena kehadiran Santa Claus dan Piet Hitam yang membagi hadiah Natal.

Baca Juga:  Mengenal Diakon Baru: Diakon Klemens Bhajo, CICM

Lihat keseruan anak misioner bertugas dan menyanyi!

https://youtu.be/AzzisY7Cp4Q

Pesta dan Tukar Kado di Paroki Kelayan Banjarmasin

Para pendamping SEKAMI dan Putra Putri Altar telah menyiapkan rangkaian kegiatan misa dilanjutkan acara khusus di Aula Syalom dengan tajuk keren: Missiofest: Starship, Stars of Hoping People. Petugas liturgi merupakan gabungan dari anak dan pendamping SEKAMI-PPA. Bangku bagian depan telah ditulisi untuk anak-anak SEKAMI dan doa khusus mereka.

Format acara yang menarik namun kurang tersosialisasikan kepada anak-anak dan orang tua di Komunitas. Mereka diminta memakai pakaian gelap dan membawa kado barang bebas senilai minimal Rp.10.000 yang dibungkus dengan kertas koran atau kertas kado.

Acara Budaya Paroki Santo Yoseph-Suriyan

Gelar acara gerak dan lagu Anak SEKAMI Paroki Suriyan.

Mengawali Pesta Penampakan Tuhan, kontributor Yufina melaporkan liputan pandangan mata: sebelum misa, 8.30 WITA, di muka gereja dibuka dengan acara gerak dan lagu SEKAMI dan lagu-lagu Natal yang dikoordinir oleh OMK Pusat Paroki dan pendamping SEKAMI. Acara berlangsung selama setengah jam dan menjadi kado istimewa bagi 600 umat paroki yang menyaksikan dengan antusias.

Perayaan Ekaristi dimulai dengan perarakan masuk petugas Liturgi dan petugas tiga raja anak-anak SEKAMI dari stasi dengan pakaian adat daerah. dalam kotbahnya Pastor Yohanes Susanto, MSC mengingatkan untuk menghargai orang yang terkecil sekalipun,  karena di dalam orang yang kecil atau sederhana Allah hadir, Allah bisa menggunakan orang-orang kecil untuk melaksanakan karya-Nya.

Setelah misa, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan panggung sukacita yang diisi dengan puisi, tarian daerah dan tarian modern anak-anak SEKAMI,   Rekat, OMK dan tarian adat dari umat paroki. Acara ditutup dengan makan bersama melalui acara makan subsidiaritas dimana satu keluarga menyiapkan makan siang untuk 2 keluarga yang datang dari berbagai stasi. Sebuah perhelatan syukur menandai 2 tahun perjalanan Paroki Santo Yosep Suriyan.

Baca Juga:  Misa Harian Kamis Pekan Biasa XXI, 26 Agustus 2021, pukul 05.30 WITA

Kerinduan Acara Anak Misioner Paroki Ave Maria-Tanjung

Anak-anak SEKAMI mengabadikan momen penting bersama pastor paroki Tanjung

Gereja berpenampilan baru cocok sekali dipenuhi anak SEKAMI sekitar 100 anak. Misa dipimpin Pater Edwin, MSC dan Pater Widi, MSC dan petugas liturgi adalah SEKAMI berbaju daerah. Situasi ini dilaporkan kontributor Alexander Motolalu dengan menangkap kerinduan banyaknya anak-anak datang ke gereja. Keinginan mereka terobati pada HAMS ini setelah dua tahun tidak ada acara karena Pandemi Covid-19. Acara dilanjutkan di lantai dasar pastoran dengan gerak tari dan lagu. Selain itu OMK mengambil kesempatan momentum ini dengan mengadakan Santa Claus Door to Door, membikin semarak HAMS ke-179 Paroki Tanjung.

Renungan Mengingat Wajah Anak Saat Ini di Paroki MBK

Tahun ini merupakan tahun refleksi bagi perayaan Hari Anak Misioner Sebamban Raya. Kontributor Santi melaporkan, meskipun sudah disiapkan para petugas liturgi anak-anak, namun karena potensi pendamping yang banyak merangkap di kegiatan rangkaian Natal mengakibatkan petugas liturgi, baik lektor dan koor kurang maksimal menyiapkan diri. Sehingga diputuskan rangkaian kegiatan HAMS ke-179 tidak dilayani secara khusus oleh anak SEKAMI dan acara setelahnya ditiadakan.

Dalam homilinya, Pastor Mento, O.Carm mengatakan, “Jika kita mau melihat seperti apa masa depan gereja, lihatlah wajah anak-anak ini. Para orang tua berperan penting dalam perkembangan iman anak-anak. Lihat sepuluh sampai dua puluh tahun mendatang, apakah wajah anak-anak ini akan ada di gereja ini? Apakah mereka akan menjadi penerus kita atau tidak?  Atau mereka ada, tapi misa hanya sekedarnya saja. Pakai baju bagus, waktu misa duduk di luar, main handphone. Giliran komuni masuk dan sambut komuni, selesai misa selfie-selfie di depan altar. Mulai atur mimik wajah supaya bagus, pakai filter. Jangan sampai anak-anak kita pergi ke gereja hanya untuk rekreasi!”  Refleksi homili dari Pastor Mento seakan mengingatkan tugas kita selaku para pihak terkait yang menyiapkan wajah Gereja yang memiliki Bintang Misioner, Bintang Pengharapan. Sesudah misa, pastor berfoto bersama anak-anak SEKAMI.

Baca Juga:  Motivasi Paripurna Membaca Kitab Suci dari Umat Kotabaru

Simak juga majalah Karya Kepausan Indonesia untuk tulisan Hari Anak Misioner Sedunia ke-179 di:

https://drive.google.com/file/d/1-cI0qvlCGy2XkWQQzhnguZdACUVRlk5M/view