Bulan Mei, merupakan bulan yang bagi Gereja Katolik dipersembahkan untuk melakukan devosi kepada Bunda Maria. Penghormatan iman dalam kasih kepada Bunda Maria diungkapkan dengan melakukan doa rosario atau mengadakan ziarah ke gua-gua Maria. Namun, Pandemi Covid-19 telah membatasi gerak setiap orang untuk berkumpul secara fisik dan sosial. Umat Katolik dianjurkan untuk makin intens dalam doa di rumah dan berdoa sebagai keluarga. Rosario suci Santa Perawan Maria adalah bentuk doa yang menghubungkan manusia dengan Tuhan lewat butiran rantai rosario yang dipegang saat mendaraskan Doa Salam Maria.

Untuk memaknai bulan Maria dan mendorong keluarga-keluarga untuk makin intens berdoa Rosario, maka Komisi Keluarga Keuskupan Banjarmasin bekerjasama dengan Pusat Kerasulan Keluarga MSF Banjarbaru mengadakan Zoominar yang mengangkat tema “Rosario Suci Maria dalam Keluarga.” Zoominar yang diselenggarakan pada Kamis, 13 Mei 2021 malam itu dibawakan oleh RP. Gregorius N. Karel Tola, O.Carm selaku Narasumber dan RP. F. Iwan Yamrewav, MSF selaku Moderator.  41 peserta yang terdiri dari imam, religius dan awam mengikuti kegiatan melalui Zoom. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pusat Pastoral Keuskupan Banjarmasin.

searah jarum jam: RP. .Iwan Y., MSF (moderator), RP.Karel O.Carm (narasumber) dan Bapak Uskup Petrus Timang

Narasumber yang akrab disapa Romo Karel tersebut memberikan pemahaman akan pentingnya berdoa Rosario serta mendorong imam, umat dan keluarga-keluarga untuk setia berdoa Rosario. Menurut Pastor Paroki Stella Maris Sungai Danau ini, Dengan berdoa Rosario dalam keluarga, keluarga bersama sama menatap wajah Kristus. Setiap anggota keluarga akan menempatkan Yesus dan Bunda Maria sebagai pusat hidup beriman mereka. Keluarga juga selalu mengingat Yesus dalam menentukkan segala rencana dan kebutuhan hidupnya.

Baca Juga:  Kebangkitan OMK Maria Bunda Karmel dalam Tugas Liturgi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Sebagai doa untuk perdamaian, rosario adalah doa keluarga yang membuat persekutuan mereka semakin erat. Keluarga yang mendoakan rosario akan bertumbuh dalam kasih kepada Kristus dan sesama, dan akibatnya persatuan kasih dalam keluarga senantiasa diteguhkan dan diperbaruhi. Sangatlah disayangkan kalau keluarga Katolik kehilangan warisan yang berharga ini.

Peserta Zoominar Rosario Suci Maria dalam Keluarga

Doa rosario dalam keluarga-keluarga kristiani, akan menjadi sarana ampuh untuk melawan dampak buruk dari krisis yang khusus melanda zaman kita”( Rosarium Virginis Mariae art 6 ). Hal tersebut hanya mungkin dapat diatasi kalau keluarga selalu meluangkan waktu untuk berdoa bersama. Dengan berdoa rosario bersama keluarga akan tetap bersama, mereka tetap kuat menghadapai segala tantangan, mengatasi bersama segala kesulitan bersama Bunda Maria. Keluarga yang dekat dengan Bunda maria tidak mampu ditembus setan.

Keluarga yang sering berdoa Rosario bersama menumbuhkan rasa cinta anak pada Tuhan dan selalu dalam lindungan Bunda Maria. Berdoa rosario akan mempertajam hati nurani anak, untuk membedakan dalam hidupnya apa yang baik dan mana yang jahat. Berdoa rosario melatih anak anak kita untuk pentingnya sering berinteraksi dengan Yesus dan mengandalkan Tuhan dalam seluruh hidupnya.

“Saat ini, dunia dan daerah tempat kita tinggal ini dilanda masalah pelik yaitu pandemi Covid-19, yang nampaknya tidak dalam waktu dekat berakhir, maka marilah kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk berdoa rosario setiap harinya, baik secara pribadi, dalam komunitas, terutama dalam keluarga kita masing masing,” ajak Romo Karel pada bagian penutup pemaparannya. (smr)

Peserta Zoominar Rosario Suci Maria dalam Keluarga

 

Download materi Zoominar Rosario Suci Maria dalam Keluarga: ROSARIO SUCI DALAM KELUARGA

Baca Juga:  LGBT dalam Pandangan Gereja Katolik